Indonesia Masih Nego Terkait Pemulangan ABK Kapal Diamond Princess

Terawan menegaskan proses evakuasi oleh pemerintah tak bisa diintervensi oleh para ABK atau otoritas Jepang

BERITA

Senin, 24 Feb 2020 14:28 WIB

Author

Dwi Reinjani

Indonesia Masih Nego Terkait Pemulangan ABK Kapal Diamond Princess

Petugas otoritas kesehatan memeriksa suhu tubuh penumpang kapal dari Malaysia di Pelabuhan Internasional Dumai, Riau, Minggu (23/2/2020). (Foto: Antara/Aswaddy)

KBR, Jakarta- Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah masih menjalin komunikasi dengan Pemerintah Jepang untuk menemukan opsi terbaik memulangkan 74 WNI Anak Buah Kapal (ABK) Diamond Princess. 

Menurut Terawan, koordinasi dilakukan karena pemulangan ABK harus mengikuti standar WHO, agar tak ada pusat penyebaran (episentrum) COVID-19 baru, setelah Mainland, China.

“Ini nego terus, kita nego tetapi harus dengan caranya jangan semaunya sendiri. Kalau caranya semaunya sendiri saya membentuk episentrum baru, enggak boleh saya harus berusaha, kita pemerintah itu berusaha menjaga yang 264 juta ini tetap bisa survive. Tetapi kita juga melakukan tindakan-tindakan untuk juga melayani masyarakat kita yang ada di Jepang. Tetapi arus prosedur dan tata caranya jangan mengikuti apa yang mereka inginkan sekedar secepatnya, bukan begitu.” Ujar Terawan, di kompleks istana presiden, Senin (24/02/2020).

Terawan menegaskan proses evakuasi oleh pemerintah tak bisa diintervensi oleh para ABK atau otoritas Jepang. Apalagi jika gegabah, justru akan menimbulkan masalah baru yang lebih besar. 

Terawan menambahkan, sampai saat ini Indonesia merupakan green zone di mana tidak ada satupun masyarakat yang terkena COVID-19. Pemerintah akan terus berusaha untuk menjaga negara dari paparan virus tersebut. 

ABK Kapal World Dream Dievakuasi ke Pulau Sebaru

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan, pemerintah akan memulangkan 188 ABK asal Indonesia yang bekerja di Kapal Pesiar World Dream. Kapal ini berlayar dari Hongkong pada 9 Februari lalu. Otoritas berwenang menghentikan kegiatan operasional kapal pesiar ini menyusul merebaknya wabah virus Covid-19. 

Evakuasi ABK World Dream dilakukan lebih cepat daripada Diamond Princess lantaran posisi kapal lebih dekat dengan Indonesia. 

“Kita atur supaya bisa dapat karantina paling baik, dan ini yang risikonya paling kecil. Selalu kita ambil yang risikonya paling kecil ya dengan risiko yang paling kecil ini mudah-mudahan semuanya bisa melalui masa karantina dengan baik. Makanya kita pakainya kapal supaya tidak menimbulkan kalau ada sesuatu baru tidak mengenai yang darat dulu.” Ujar Terawan.

Disisi lain, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi mengatakan, para ABK akan dikarantina di pulau tak berpenghuni. Saat ini kapal pesiar tersebut sudah merapat di kepulauan Riau.

 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Ayo Belajar Kriya dan Seni

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Sejumlah Daerah di Indonesia Mulai Terapkan Karantina Wilayah