Muhammadiyah Dirikan Ponpes Khusus Disabilitas di Banyuwangi

"Lebih diperdalam hafalannya, ilmu agamanya dan sebagainya. Kalau kita di pondok ini cenderung untuk pembiasaan saja,”

BERITA | NUSANTARA

Selasa, 07 Jan 2020 11:15 WIB

Author

Hermawan Arifianto

Muhammadiyah Dirikan Ponpes Khusus Disabilitas  di Banyuwangi

Santri disabilitas sedang belajar di Ponpes Ahmad Dahlan, Selasa (07/01). (KBR/Herwaman)

KBR,  Banyuwangi- Pengurus Cabang Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur, mendirikan  Pondok Pesantren khusus penyandang disabilitas.  Pondok Pesantren yang diberi nama KH. Ahmad Dahlan itu, merupakan pondok pesantren satu-satunya di Banyuwangi  yang khusus menerima santri dan santriwati dari  penyandang disabilitas.

Menurut salah seorang pengasuh Pondok Pesantren disabilitas, Narmi, Pondok pesantren ini menerima santri disabilitas dari berbagai kalangan. Mulai dari   netra,  daksa,  rungu, dan mental.

Kata Narmi, tujuan didirikannya pondok pesantren khusus penyandang disabilitas ini karena   selain membutuhkan pendidikan formal juga membutuhkan pendidikan karakter  dan agama yang konprehensif. Menurut dia,  selama ini disabiltias  di Banyuwangi hanya mendapatkan pendidikan dasar umum saja. Sedangkan untuk pendidikan agama masih kurang.

“Istilahnya kalau di sini untuk pembiasaan memperdalam keagamaannya. Kalau kita itu di sini beda  anak-anak pada umumnya. Kalau anak-anak pada umumnya mungkin kalau di pondok ada hafalan. Lebih diperdalam hafalannya, ilmu agamanya dan sebagainya. Kalau kita di pondok ini cenderung untuk pembiasaan saja,” kata Narmi,  Selasa (7/1/2020) di Pondok Pesantren  KH. Ahmad Dahlan Banyuwangi.

Salah seorang pengasuh Pondok Pesantren disabilitas, Narmi menambahkan, di pondok pesantren disabilitas, KH Ahmad  Dahlan ini ada dua metode pendidikan yang diberikan kepada para santrinya. Yaitu pendidikan formal dan pendidikan agama. Untuk pendidikan formal diberikan mulai pagi hingga siang hari, sedangkan pendidikan agama diajarkan mulai sore hingga malam hari.

Pondok pesantrean  khusus penyadang disabilitas tersebut, hingga saat ini mempunyai 14 santri dari berbagai golongan disabilitas. Santri  yang mondok tidak hanya dari Kabupaten Banyuwangi saja tapi juga datang dari sejumlah kota seperti  Surabaya, Jember, dan Sidoarjo. 


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

Pertumbuhan Ekonomi Minus, Pemerintah Gagal Manfaatkan Peluang?

Kabar Baru Jam 15

Mengulik Uji Coba Vaksin Covid-19

Kabar Baru Jam 14