Jokowi Bakal Relokasi Korban Longsor di Bogor dan Banten

"Ini nanti agar disiapkan dulu oleh bupati Kabupaten Bogor. Jadi selesai, akan langsung diselesaikan kementerian PU untuk perumahannya,"

BERITA | NASIONAL

Selasa, 07 Jan 2020 16:02 WIB

Author

Dian Kurniati

Jokowi Bakal Relokasi Korban Longsor di Bogor dan Banten

Murid SD Negeri 02 Banjar Irigasi Lebak belajar di atas sisa puing sekolahnya yang hancur di Kabupaten Lebak, Banten, Senin (6/1/2020). (Antara/ Weli)

KBR, Lebak-   Presiden Joko Widodo berencana merelokasi semua korban longsor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan Kabupaten Lebak, Banten. Jokowi mengatakan, kawasan yang terkena longsor tersebut sudah berbahaya digunakan sebagai perumahan. Apalagi, kata dia, lokasi tanah longsor di Kabupaten Bogor dan Lebak juga sudah mencapai ratusan titik.

Kata Jokowi, warga harus dipindah ke lokasi yang lebih aman, setidaknya 2 kilometer dari perumahan saat ini.

"Beberapa tadi sudah sampaikan untuk masyarakat yang terkena longsor untuk mau direlokasi, dipindahkan ke kurang lebih 2 kilometer dari situ. Ini nanti agar disiapkan dulu oleh bupati Kabupaten Bogor. Jadi selesai, akan langsung diselesaikan kementerian PU untuk perumahannya," kata Jokowi di Kabupaten Lebak, Selasa (07/01/2020).

Jokowi mengatakan, pemerintah kabupaten dan provinsi akan mencari lahan yang cocok untuk merelokasi warga. Sementara itu, pada lahan tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akan membangun rumahnya. Jokowi berkata, semua biaya pembangunan rumah akan ditanggung oleh pemerintah pusat.

Jokowi menyebut, Camat di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, juga sudah mengincar lahan milik PT Perkebunan Nusantara (Persero). Jokowi menyambut baik ide tersebut, karena menilai pembebasan lahan akan lebih mulus karena merupakan aset Kementerian BUMN.

Sebelumnya sekitar 11.400 jiwa atau 2.714  keluarga warga Banten masih terjebak di 28 desa yang terisolasi, akibat banjir bandang di awal 2020. Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyebut, warga yang terisolasi tersebar di Enam kecamatan di seluruh wilayah Banten. 

Ia mengatakan, saat ini banyak warganya yang sudah terjangkit DBD, Diare dan ISPA. Karena itu, Banten membutuhkan kendaraan seperti mobil amphibi milik PMI yang dapat mengangkut logistik ke daerah terisolasi yang berlumpur, dan di kelilingi sungai.

Andika juga mengklaim telah memberikan logistik dan evakuasi warga sakit yang menjadi prioritas.

"Masih ada warga yang di desa terisolir. Mereka untuk sementara waktu mengungsinya tidak bisa nyebrang karena sungai arusnya deras, lumpur, ada yang diungsikan oleh pemerintah setempat misalnya ke dataran lebih tinggi. Di sana misalnya ada SD Inpres, kita gunakan untuk mereka mengungsi. Kita berikan fasilitas bantuannya termasuk tadi orang sakit lebih diprioritaskan," ucap Andika di Kantor PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa, (7/1/2020).


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Jaksa Agung Diminta Klarifikasi Pernyataan bahwa Tragedi Semanggi I-II Bukan Pelanggaran HAM Berat