Kemenhub Akui Ada Kesalahan Pendataan Manifes Penumpang KM Zahro Express

Kesalahan manifes penumpang mengakibatkan ada perbedaan jumlah penumpang KM Zahro Express yang ada di kapal dengan yang terdaftar di petugas pelabuhan.

BERITA | NASIONAL

Senin, 02 Jan 2017 09:20 WIB

Author

Ade Irmansyah & Eli Kamilah

Kemenhub Akui Ada Kesalahan Pendataan Manifes Penumpang KM Zahro Express

Sejumlah korban selamat berada di ruang tunggu pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, pasca Kapal Motor Zahro Express yang mereka tumpangi terbakar, Minggu (1/1/2017). (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono mengakui ada kesalahan prosedur pendataan manifes penumpang di Kapal Motor Zahro Express.

KM Zahro Express terbakar saat dalam perjalanan dari dermaga Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, pada Minggu (1/1/2017). Sebanyak 23 orang tewas dan sejumlah orang luka.

Kesalahan manifes penumpang mengakibatkan ada perbedaan jumlah penumpang KM Zahro Express yang ada di kapal dengan yang terdaftar di petugas pelabuhan. Meski demikian, Antonius Tonny memastikan, tidak terjadi kelebihan penumpang atau over kapasitas dalam kapal tersebut sebelum kapal terbakar.

"Masalah perbedaan manifest tadi menurut pernyataan awal SPP diberikan sekitar jam 7 pagi yang berjumlah sekitar 100 penumpang yang naik ke atas kapal. Namun antara jam 7 sampai jam 8 terjadi penambahan penumpang tanpa sepengetahuan tim-tim kami di lapangan. Seharusnya nahkoda melaporkan lagi kepada bawahan saya di lapangan untuk mendaftarkan SPP sesuai di kapal. Jadi memang ada kesalahan prosedur," kata Antonius Tonny Budiono.

Baca: Kapal Zahro Express Terbakar, Menhub Bakal Evaluasi Besar-besaran   

Dirjen Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono mengatakan menurut data yang ada, sebenarnya kapal Zahro Exspress masih sangat layak operasi. Kapal itu baru selesai menjalani pengecekan pada 22 Desember 2016.

Selain itu, kata Antonius, sesuai sertifikat kapasitas angkut kapal tersebut mencapai 285 orang. Oleh karena itu dia menyerahkan semuanya penyelidikan soal penyebab terbakarnya Kapal tersebut kepada KNKT agar lebih valid.

"Tentang kelayakan, terakhir kapal itu diperiksa 22 Desember 2016. Jadi masih berlaku sampai Juni 2017. Kalau berdasarkan data kelayakan, berarti kapal ini masih layak. Tetapi kita akan tetap  melakukan pengecekan lagi apakah yang waktu itu hanya sekedar pengecekan atau tidak. Tetapi menurut data jumlah pelampung juga sudah sesuai dengan kapasitas," ucapnya.

Kapal Motor Zahro Express terbakar saat beranjak dari salah satu pelabuhan di Muara Angke menuju Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, Minggu (1/1/2017) pagi.

Penumpang kapal merupakan wisatawan yang hendak menghabiskan masa liburan awal tahun 2017 dengan rekreasi ke Pulau Tidung. Penyebab terbakarnya kapal masih terus diselidiki. Untuk sementara, Kementerian Perhubungan menduga penyebab terjadi kebakaran adalah akibat korsleting listrik di ruang mesin.

Baca: Kapal Zahro Express Terbakar, Ini Data Awal KNKT   

Pusat Pengendalian Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta melaporkan, hingga pukul 14.35 WIB, korban meninggal terbakarnya kapal Zahro Express adalah 23 orang. Adapun korban luka-luka sebanyak 17 orang, penumpang hilang 17 orang, dan yang selamat 194 orang.

Sementara itu Kantor SAR Jakarta menyebutkan kapal Zahro Express terbakar di lokasi berjarak 1 mil dari pelabuhan, atau sekitar 7 menit perjalanan melaut.

Staf Operasi Kantor SAR Jakarta, Made Oka mengatakan meski proses evakuasi penumpang sudah terhitung cepat, namun api dengan cepat membakar kapal. Padahal masih banyak penumpang di dalamnya.

"Kendala tidak terlalu banyak. Cepat karena kan dekat dengan pelabuhan, tapi karena kan kapalnya fiber cepat sekali terbakar. Jadi fiber dilapisi kayu," kata Made Oka.

Baca: Kapal Terbakar di Perairan Angke, 23 Orang Tewas   

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

BERITA LAINNYA - BERITA

Most Popular / Trending

Rangkuman Berita Sepekan KBR

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN