Waduk ini direncanakan dibangun dengan total genangan seluas 21 ribu hektar berkapasitas 486 juta kubik dan menelan anggaran sekira Rp 3 triliun.
Penulis: Muhamad Ridlo Susanto
Editor:

KBR, Cilacap – Bendungan Matenggeng
di Cilacap akan segera dibangun menyusul ditandatanganinya lembar kesepakan untuk mendukung percepatan
terlaksananya pembangunan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Wakil Bupati Cilacap Akhmad Edi
Susanto mengatakan waduk Matenggeng berkategori “raksasa” karena dibangun dengan membendung
Sungai Cijolang di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Waduk Matenggeng bakal mengairi sawah di tiga Kabupaten, Yakni Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah serta Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar di Jawa Barat.
Waduk ini direncanakan dibangun
dengan total genangan seluas 21 ribu hektar berkapasitas 486 juta kubik dan menelan
anggaran sekira Rp 3 triliun.
Diharapkan, proses pembangunan akan dimulai pada
2016 setelah selesainya relokasi 14 desa yang meliputi delapan desa di Cilacap,
empat desa di Kabupaten Ciamis dan satu desa di Kabupaten Kuningan.
"Dibangunnya Matenggeng ini akan menyelesaikan
kekeringan. Ini tentunya ada pembebasan lahan (di Cilacap) kurang lebih seluas
2000 hektar," kata Wakil Bupati Cilacap, Akhmad Edi
Susanto (27/7/2015).
Rencananya, bendungan Matenggeng akan memiliki bentang
sepanjang 260 meter dan tinggi 108 meter. Setelah jadi, nantinya bendungan terbesar di wilayah
Priangan itu memiliki genangan air seluas 2600 hektar.
Akhmad Edi Susanto mengatakan proses pembebebasan lahan sudah selesai dilakukan.
"Insya Allah kalau ini berjalan dan kalau pemerintah mendukung akan segera bermanfaat bagi masyarakat. Dibangun secepatnya, dimulai pada 2016 selambat-lambatnya pada 2017 sehingga pada 2020 sudah berjalan bagus," kata Akhmad Edi Susanto.
Ia menambahkan selain berfungsi sebagai bendung irigasi, Waduk Matenggeng
juga akan menjadi Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berkekuatan 27
megawatt. Tiga turbin akan dipasang, dengan masing-masing berkekuatan 9
megawatt.
Fungsi bendungan lainnya, adalah sebagai pencegah banjir yang kerap menerjang wilayah pasang rob
Kabupaten Cilacap dan sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citanduy, seperti
Kecamatan Cipari, Sidareja, Gandrungmangu, Kawunganten, Bantarsari, Patimuan
dan Kedungreja.
Editor: Agus Luqman