KBR8H, Bengkulu - Festival tabot, hari terakhir. Tabot diarak keliling kota lalu dibuang di Padang Karabela.
Penulis: Vivi Zabkie
Editor:

KBR8H, Bengkulu - Festival tabot, hari terakhir. Tabot diarak keliling kota lalu dibuang di Padang Karabela. Tabot diarak keliling dengan alat musik yg disebut Dol. Festival dimulai 1 Muharam diakhiri 10 muharam (14 november) Rabu malam kamis tabot bersanding, di lapangan depan kantor Gubernur.
Festival Tabot ini digelar berdasarkan Pesta Budaya Tabot yang dilaksanakan oleh masyarakat Kota Bengkulu dalam rangka memperingati gugurnya Amir Hussain, cucu Nabi Muhammad SAW, di Padang Karbala (Irak).
Masyarakat kota Bengkulu percaya bahwa apabila perayaan ini tidak mereka selenggarakan maka akan terjadi musibah atau bencana. Oleh sebab itu, tidak mengherankan apabila perayaan Tabot ini penuh dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat ritual dan kolosal.
Kebudayaan Tabot di Bengkulu dibawa dan diperkenalkan oleh pendakwah dari Punjab, India, tahun 1336 Masehi dan juga oleh pasukan Gurkha (tentara bayaran Inggris) tahun 1685. Festival tahunan ini menjadi tontonan menarik bagi masyarakat dan bahkan digemari wisatawan domestik dan mancanegara.
Editor: Doddy Rosadi