Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) berencana meninggalkan pola bagi-bagi kursi kekuasaan dalam berkoalisi. Jokowi memilih mengajak seluruh partai yang berplatform sama bekerja sama membangun bangsa.
Penulis: Ninik Yuniati
Editor:

KBR68H Jakarta - Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) berencana meninggalkan pola bagi-bagi kursi kekuasaan dalam berkoalisi. Jokowi memilih mengajak seluruh partai yang berplatform sama bekerja sama membangun bangsa.
Menurutnya, sistem presidensial sebetulnya tidak mengenal oposisi, sebab presiden yang terpilih mendapat mandat langsung dari rakyat.
"Kalau koalisi itu apa? Kamu dapat berapa persen, 10 persen, oh ya jatahmu lima kursi, oh kamu berapa persen, ada itung-itungannya. Tapi dalam sistem presidensial tidak seperti itu, kamu gabung, ayo gotong royong bareng-bareng, bangun negara bangsa dan rakyat yang dibangun adalah sebuah kebersamaan. Bedanya seperti itu, dengan catatan punya platform yang sama untuk membangun negara bangsa dan rakyat kita," kata Joko Widodo, di Taman Suropati, (9/4).
Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo menambahkan, saat ini partainya tengah menyiapkan langkah lanjutan menuju pemilihan presiden. Namun, Jokowi mengaku masih belum menentukan siapa calon wakil presidennya nanti. Jokowi masih menunggu hasil kajian tentang kriteria dan calon ideal pendampingnya di pilpres mendatang.
Editor: Anto Sidharta