Supaya pedagang asongan tidak lagi berdagang di gerbong kereta api.
Penulis: Muhamad Ridlo
Editor:
KBR, Banyumas – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjanjikan dana pelatihan ke ratusan pedagang asongan di wilayah
Daerah Operasi 5 Purwokerto.
Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Surono, mengatakan pedagang dilatih agar memiliki alternatif sumber ekonomi dan tidak lagi berdagang di gerbong kereta api. Sebab kegiatan tersebut dilarang.
"Dulu kami memang sempat usulkan program CSR. Namun karena ternyata kelengkapan masih banyak yang kita diperlukan. Sampai sekarang juga tidak sampai. Namun ke depan tetap mungkin melakukan program bantuan CSR," jelas Surono kepada KBR.
Surono menambahkan, saat ini sudah banyak pedagang asongan berjualan di tempat lain atau ganti pekerjaan. PT KAI
sendiri menerapkan sistem sterilisasi stasiun terhadap gelandangan, pengemis,
dan pengamen. Namun khusus pedagang asongan masih bisa berjualan meski dari luar kereta
api.
Terpisah, Ketua Paguyuban Pedagang Asongan Kereta Api Indonesia,
Tono Saryono, mengatakan janji PT KAI sudah ditunggu bertahun-tahun. Namun
hingga kini janji tersebut belum terealisasi.
Ia meminta agar PT KAI segera merealisasikan CSR sehingga pedagang asongan tidak semakin terpuruk. Sebab dia mengaku pendapatannya menurun drastis setelah tidak diperbolehkan berjualan di dalam gerbong.