KPK Tangkap 17 Orang Terkait Kasus Ekspor Benur

KPK mencokok Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama 16 orang lainnya

BERITA | NASIONAL

Rabu, 25 Nov 2020 14:39 WIB

Author

Muthia Kusuma

KPK Tangkap 17 Orang Terkait Kasus Ekspor Benur

Edhy Prabowo bersama Susi Pudjiastuti. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambangi sejumlah lokasi untuk menangkap pihak yang diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi ekspor benih lobster atau benur. Jubir KPK Ali Fikri menyebut, sejumlah lokasi giat operasi senyap diantaranya di daerah Jakarta, Depok Jawa Barat, termasuk di Bandara Soekarno Hatta sekitar pukul 00.30 WIB. Pada operasi senyap tersebut, KPK mencokok Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo bersama 16 orang lainnya, termasuk istri, pejabat KKP dan pihak swasta.

"Turut diamankan sejumlah barang diantaranya kartu Debit ATM yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dan saat ini masih diinventarisir oleh tim. Kasus ini di duga terkait dengan proses penetapan calon exportir benih lobster. Saat ini KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang tersebut selama 1x24 jam. Perkembangannya akan kami sampaikan lebih lanjut," ucap Ali kepada KBR, Rabu, (25/11/2020).

Dalam informasi yang beredar di kalangan media, disebutkan bahwa 16 orang yang turut ditangkap pihak KPK adalah Pembina Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik di KKP yang juga menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Khusus Presiden (KSP) yakni AMN atau Ali Mochtar Ngabalin. Kemudian istri Edhy yaitu Iis Rosita Dewi yang diketahui masih tercatat aktif sebagai Anggota DPR RI F-Gerindra komisi Perhubungan. Selanjutnya satu orang anggota partai Gerindra. Lalu Wakil Ketua Komisi VI bidang Industri, Investasi, dan Persaingan Usaha DPR RI dari Fraksi Gerindra.

Adapun kronologi penangkapan Menteri Edhy Prabowo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Gerindra bidang Keuangan yaitu pada 21 November 2020, Edhy Prabowo diketahui berada di Hawaii, Amerika Serikat guna menandatangani kerja sama KKP dengan Oceanic Institute of Hawaii Pacific University. Kerja sama itu terkait dengan produksi induk udang unggul di Indonesia.

Kemudian pada Selasa, (24/11/2020), Menteri Edhy dikabarkan menemui anak buah kapal (ABK) asal Indonesia di AS. Edhy pun pulang ke Indonesia dengan menggunakan maskapai asal Jepang dan tiba di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 23.18 WIB. Saat itu diketahui dia bersama dengan 12 orang rombongannya.

Berikutnya pada pukul 23.40 WIB tim KPK yang terdiri dari tiga Kasatgas yang terdiri dari tim penyelidikan, penyidikan, JPU termasuk Novel Baswedan menunjukkan surat tugas penangkapan Menteri Edhy. Saat itu, tim tersebut langsung melakukan pemeriksaan awal sekaligus penggeledahan terhadap pihak-pihak terkait.

Lalu pukul 23.50 WIB, sembilan dari 12 orang rombongan Edhy Prabowo dibawa ke KPK. Tidak diketahui tiga orang yang tidak dibawa tim KPK ke kantor Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Edhy Prabowo yang membuka keran ekspor benur menimbulkan polemik. Pasalnya kebijakan tersebut bertentangan dengan Menteri KKP sebelumnya Susi Pudjiastuti. Dalam akun twitter resmi milik Susi Pudjiastuti kala itu mencuitkan bahwa ekspor benur hanya menguntungkan pengusaha besar.

Editor: Friska Kalia

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Utang Negara Kian Meningkat

Kabar Baru Jam 7

Peran UMKM Pangan dalam Pemberdayaan Ekonomi Gambut

Kabar Baru Jam 8

Desakan Memberantas Intoleransi di Sekolah