Menkes: Asap Tidak Menyebabkan Kematian Secara Langsung

Nilla Moeloek mengatakan bayi bernama Nabila tersebut sudah sakit sebelumnya. Meski asap bukan penyebab utama, namun dia mengakui bahwa asap membuat kesehatan bayi tersebut memburuk.

BERITA | NASIONAL

Selasa, 06 Okt 2015 11:42 WIB

Author

Rio Tuasikal

Menkes: Asap Tidak Menyebabkan Kematian Secara Langsung

Ilustrasi asap di Pekanbaru, Riau. Pemerintah Provinsi Riau telah menetapkan status tanggap darurat kabut asap. (Foto: ANTARA)

KBR, Jakarta - Menteri Kesehatan Nilla Moeloek memastikan bayi berusia 14 bulan yang meninggal di Jambi pekan lalu bukan karena asap.

Nilla Moeloek mengatakan bayi bernama Nabila tersebut sudah sakit sebelumnya. Meski asap bukan penyebab utama, namun dia mengakui bahwa asap membuat kesehatan bayi tersebut memburuk.

"Kami sudah cek. Anak ini juga ada penyakit kegagalan organ dan infeksi. Jadi memang fisiknya sudah tidak terlalu baik. Mungkin juga betul dia tidak mendapatkan oksigen yang cukup," jelas Nilla di Kementerian Kesehatan, Selasa (6/10) pagi.

"Tidak terlalu jelas apakah dia cepat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Mungkin di situ dia tidak tertolong," jelasnya lagi.

Menteri Kesehatan Nilla Moeloek menambahkan, asap tidak menyebabkan kematian secara langsung. Namun akan memperburuk kesehatan secara terus menerus. Dia mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan segera menghentikan asap ini.

Nabila Julia Rahmadani meninggal pekan lalu di RS Theresia Jambi. Orangtua menduga anaknya meninggal karena asap. Namun pihak rumah sakit membantah dan mengatakan anak itu mengalami kegagalan multi-organ dan kardiovaskular.

Sementara itu, satu bayi lain bernama Ratu Agnesia di Palangkaraya meninggal juga diduga karena asap. Orangtua mengatakan anaknya sempat sesak, namun pihak rumah sakit mengatakan Agnesia mengalami diare dan dehidrasi akut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14

Kabar Baru Jam 13

Kabar Baru Jam 12

Kabar Baru Jam 11