Buwas: Rehabilitasi Pengguna Narkoba Harus dievaluasi

Budi Waseso mengatakan akan mengevaluasi keseluruhan terkait penanggulangan kejahatan narkotika termasuk didalamnya mengenai rehabilitasi pengguna narkoba.

BERITA | NASIONAL

Senin, 07 Sep 2015 14:12 WIB

Author

Lulu Zuhriyah

Buwas: Rehabilitasi Pengguna Narkoba Harus dievaluasi

Kepala Badan Narkotika Nasional yang baru, Budi Waseso. (Foto sumber situs humas.polri.go.id)

KBR, Jakarta - Bekas Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri Budi Waseso hari ini melakukan serah terima jabatan Kabareskrim POLRI kepada Anang Iskandar.

Budi Waseso bertukar posisi dengan Anang Iskandar yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Budi Waseso selanjutnya dilantik sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) yang baru pada Selasa (8/9) besok. 

Terkait jabatan barunya tersebut, Buwas---begitu ia sering dipanggil---mengatakan akan mengevaluasi keseluruhan terkait penanggulangan kejahatan narkotika termasuk di dalamnya mengenai rehabilitasi pengguna narkoba.

"Nanti kita evaluasi semua, kita lihat secara keseluruhannya. Bukan berarti rehabilitasi itu harus dihapus. Tapi kita lihat. Presiden kan menyampaikan bahwa negara ini dalam kondisi darurat narkoba berarti kita harus mengambil langkah-lahkah yang efektif dan efisien dalam rangka penanggulangan penanganan kejahatan narkoba. Ini harus kita sikapi. Harus kita evaluasi mana yang bisa kita lakukan secara efektif dan efisien sehingga program Presiden, pemerintah itu bisa terlaksana terhadap masalah penanganan kasus narkoba," jelas Buwas usai serah terima jabatan di Mabes POLRI pagi ini, (07/09).

Budi Waseso yang sebelumnya menjabat sebagai Kabareskrim POLRI bertukar posisi dengan Anang Iskandar yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala BNN. 

Penggantian Budi Waseso diduga terkait kisruh perseteruan antara Bareskrim Polri dengan Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino. Bareskrim yang sedang menyelidiki dugaan korupsi pengadaan mobile crane di PT Pelindo II menggeledah kantor RJ Lino.

RJ Lino tidak terima dengan tindakan Bareskrim, karena dianggap membuat kegaduhan dengan mengajak media. RJ Lino mendapat dukungan dari Menteri BUMN Rini Suwandi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. 

Menko Polhukam Luhut Panjaitan mengatakan Budi Waseso perlu diganti karena dianggap menimbulkan kegaduhan yang mengganggu ekonomi.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 17

DPR Desak Menteri BUMN Evaluasi Total BUMN

Perempuan dan Anak Dalam Pusaran Terorisme

Kabar Baru Jam 15

Kabar Baru Jam 14