Bom Solo, Ade Komarudin: Tak Serta Merta Mempercepat Revisi UU Anti Terorisme

Ketua DPR Ade Komarudin menyatakan Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi target terorisme.

, BERITA , NASIONAL

Rabu, 06 Jul 2016 10:58 WIB

Author

Ninik Yuniati

Bom Solo, Ade Komarudin: Tak Serta Merta Mempercepat Revisi UU Anti Terorisme

Ketua DPR, Ade Parlemen (kanan) bersama Ketua Parlemen Aljazair (kiri). Foto: ANTARA

KBR, Jakarta - Ketua DPR Ade Komarudin menyatakan ancaman terorisme menjadi tantangan berat bagi calon Kapolri Tito Karnavian. Hal itu ia katakan pasca aksi bom bunuh diri di Mapolresta Solo, kemarin pagi.

Kata dia, informasi intelijen menyebut Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi target terorisme. "Negara-negara tertentu termasuk Indonesia menjadi sasaran yang sangat sistematis dari terorisme ini, ini tantangan terberat bagi Pak Tito karena nanti tanggal 12 akan dilantik," kata Ade Komarudin seusai Salat Ied di Istiqlal, Rabu (6/7/2016).

Itu sebab, aparat terkait harus saling berkoordinasi untuk melakukan pencegahan. Ia meminta aparat bersiaga di kota-kota besar dan tempat keramaian.

"Kepolisian bekerjasama dengan semua aparat intelijen dan TNI mengantisipasi benar peristiwa yang akan terjadi, kita harus berusaha keras agar tidak terjadi lagi peristiwa pengeboman dan terorisme tersebut," jelasnya.

Sementara terkait revisi UU Anti-Terorisme, Ade Komarudin menyebut, aksi teror bom di Solo tidak serta merta bakal menjadi pemicu percepatan revisi undang-undang tersebut. Pasalnya, DPR dan pemerintah harus membahas pasal per pasal dan tidak hanya terkait peningkatan kewenangan intelijen dan Kepolisian. Tetapi juga utamanya terkait pasal pencegahan terorisme.

"Harus betul-betul pasal yang bisa, bukan hanya melakukan tindakan langsung di tempat, tetapi harus tindakan pencegahan, baik secara kultural, intelektual, ideologis, tidak terjadi lagi tindakan atau praktik terorisme tersebut," ujar dia.

Ade menekankan upaya pencegahan di sektor pendidikan agama. Ini lantaran, sektor ini sangat rentan dijadikan media doktrinasi bagi terorisme.

"Orang tidak akan mungkin mau meledakkan diri kalau dia doktrinasinya tidak kuat. Dan doktrinasi yang kuat itu melalui pendidikan terutama pendidikan agama, yang orang siap mati sahid, konsep yang biasanya andalan bagi sebuah gerakan terorisme," tuturnya.

Sementara, Ketua MPR Zulkifli Hasan mengimbau masyarakat untuk tidak takut dan tidak menyerah melawan aksi terorisme. Kata dia, aksi teror bom di Solo dan Madinah, Arab Saudi tidak berkaitan dengan agama.

"Itu bukan soal agama, teroris tidak punya agama. Oleh karena itu, kita harus bersama berpadu, masyarakat indonesia, juga internasional untuk bersama-sama melawan teroris ini, kita tidak boleh takut, tidak boleh kalah, tidak boleh menyerah," ujar Zulkifli.



Editor: Quinawaty 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Perlukah Pembatasan Medsos untuk Cegah Penyebaran Hoaks?

Dampak Ekonomi Aksi 22 Mei

Pelarangan Iklan Rokok di Internet

What's Up Indonesia

Tim Hukum Prabowo-Sandi Menyebut Capres 01 Memanfaatkan Kekuasannya Dalam Pilpres 2019