Angka Kematian Ibu di Kota Bogor Meningkat 350 persen

Beberapa penyebabnya yaitu masih adanya proses kelahiran yang melalui paraji (dukun beranak) dan kehamilan yang dialami oleh ibu muda.

BERITA , NUSANTARA

Selasa, 10 Mei 2016 11:35 WIB

Author

Rafik Maeilana

Angka Kematian Ibu di Kota Bogor Meningkat 350 persen

Pemeriksaan ibu hamil. Foto: Antara

KBR, Bogor- Angka Kematian Ibu (AKI) di Kota Bogor, Jawa Barat meningkat hingga 350 persen. Beberapa penyebabnya yaitu masih adanya proses kelahiran yang melalui paraji (dukun beranak) dan kehamilan yang dialami oleh ibu muda.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Siti Rubaeah mengatakan, tahun lalu angka AKI di Kota Bogor hanya 6 kasus, sedangkan tahun ini meningkat hingga 26 orang. Penyebab lain peningkatan AKI, kata dia, sebagian besar ibu hamil masih malu memeriksakan kandungannya secara berkala ke dokter.

"Masih banyak masyarakat untuk merujuk ke rumah sakit. Sehingga datang ke rumah sakit sudah terlambat. Lalu masih banyak juga ibu hamil terutama yang beresiko tinggi, malu untuk periksa ke tenaga kesehatan. Misalnya yang hamil karena kecelakaan, begitu mengalami kesulitan baru mereka datang ke dokter," katanya saat berbincang dengan KBR, Selasa (10/05)

Rubaeah menjelaskan, untuk kasus kelahiran dengan paraji masih ada, namun kasus kematian lebih didominasi dengan terlambatnya penanganan secara medis. Pemeriksaan ke paraji, kata Rubaeah, masih diperbolehkan tetapi harus didampingi oleh tenaga kesehatan.

"Masih boleh periksa, tetapi harus ada tenaga kesehatan juga. Dan proses kelahiran juga harus didampingi medis," jelasnya.

Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2012 mencatat, 359 per 100.000 ibu meninggal akibat kehamilan, persalinan dan nifas. Sementara, World Health Organization (WHO) mengungkapkan, di Indonesia tercatat 190 kematian ibu tiap 100.000 kelahiran pada 2013.

Editor: Sasmito Madrim

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Pemerintah Didesak Cabut Izin Perusahaan Pembakar Lahan