Tak Punya Aturan soal Pencari Suaka, Indonesia Diprotes Internasional

"Jangan kemudian dengan dasar tidak ada aturan di negara kita soal itu lalu kita tak mau menangani krisis kemanusiaan ini"

BERITA | NASIONAL

Senin, 18 Mei 2015 14:57 WIB

Author

Aisyah Khairunnisa

Tak Punya Aturan soal Pencari Suaka, Indonesia Diprotes Internasional

KBR, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyebut bahwa Indonesia tidak memiliki aturan untuk menangani para pencari suaka (orang yang meminta perlindungan ke negara lain – red). Bekas Ketua Pansus RUU Imigrasi ini menilai, tidak adanya aturan itu membuat Indonesia diprotes dunia internasional. Ini lantaran para pencari suaka biasanya hanya ditaruh di Rumah Detensi (penahanan) Imigrasi dan tidak ditindak lebih lanjut. Seperti pengungsi Rohingya Myanmar dan Bangladesh yang terdampar di Aceh sejak pekan lalu.

“Kekosongan hukum ini berbahaya, karena secara internasional kita diprotes orang. Seperti sekarang dampak negatif dari pernyataan para pejabat yang menyatakan jangan biarkan mereka merapat. Padahal orang ini kan sudah puluhan hari, ratusan hari terkatung-katung di laut. Kalau dia ada di perairan kita harus ditarik ke daratan dulu, ditangani dulu, baru setelah itu diselesaikan. Jangan kemudian dengan dasar tidak ada aturan di negara kita soal itu lalu kita tak mau menangani krisis kemanusiaan ini,” kata Fahri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/5/2015).

Sebelumnya Juru Bicara TNI Fuad Basya menegaskan menolak pengungsi dari Myanmar dan Bangladesh yang masih berada di laut untuk mendekati Aceh. Ini lantaran para pengungsi itu tidak memiliki dokumen sah untuk masuk ke Indonesia. Fuad membenarkan bahwa kondisi kapal yang membawa ribuan pengungsi itu rusak dan kehabisan logistik. Namun TNI sudah memberikan bantuan untuk kapal tersebut. Sementara PBB meminta kepada para pemimpin negara lain untuk mau menampung para pengungsi Rohingya. Ini lantaran Indonesia, Malaysia, Thailand sudah menyatakan menolak kehadiran mereka. Hal ini pun memicu kemarahan dunia internasional. 

Editor: Malika

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Tanda Kekuasaan Allah di Mesir

Siapa Nama Firaun pada Masa Nabi Musa

Kabar Baru Jam 7

Prokes Buat Objek Wisata, Mungkin Diterapkan?

Surat At-Tin: Ayat-ayat Berupa Fakta Arkeologi