KSPI: Persiapan Aksi Buruh Mengalami Pelarangan dan Intimidasi

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal mencontohkan, di Medan, izin aksi tak diberikan dengan alasan hari libur dan masalah keamanan.

BERITA | NASIONAL

Sabtu, 30 Apr 2016 16:29 WIB

Author

Yudi Rachman

KSPI: Persiapan Aksi Buruh Mengalami Pelarangan dan Intimidasi

Simulasi penanganan kerusuhan demo Hari Buruh 1 Mei. (Foto: Antara)

KBR, Jakarta - Persiapan aksi buruh di beberapa daerah mendapat pelarangan dan intimidasi. Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (KSPI) Said Iqbal mencontohkan, di Medan, izin aksi tak diberikan dengan alasan hari libur dan masalah keamanan.

"Di beberapa daerah memang mengalami kesulitan dalam pemberitahuan aksi. Misalnya di Medan, Kapolda Sumatera Utara bahkan mengirimkan surat pelarangan aksi. Ini bertentangan dengan konstitusi. Tentang ini adalah hari libur, itu memang terjadi dari zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ketika diumumkan sebagai hari libur nasional 1 Mei dan kami biasa melakukan aksi itu," jelas Iqbal kepada KBR, Sabtu (30/4).

Ia menambahkan, pengamanan berlebihan dilakukan oleh pemerintah daerah dan aparat keamanan di sejumlah daerah seperti Medan, Kota Bandung, Cilacap, Semarang, Jawa Tengah. "Selain di Medan, misalnya di kota Bandung, Ridwan Kamil mengeluarkan statement sebagai Walikota. Kemudian, di beberapa kota di Jawa Tengah seperti di Cilacap dan Semarang. Bahkan, kantor Gubernur Jawa Tengah dibarikade 500 aparat keamanan, ini apa-apaan," ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden KSPI tersebut menjelaskan, aksi buruh 1 Mei akan digelar serentak di 32 provinsi. Diperkirakan, sekitar 1 juta buruh terlibat dalam aksi tersebut.

Sedangkan untuk di Jakarta, massa aksi yang berasal dari Jabodetabek diperkirakan sekitar 150 ribu buruh dengan titik kumpul di Bundaran HI untuk kemudian longmarch ke Istana Presiden.

"Setelah dari Istana Presiden kami akan bergerak ke Gelora Bung Karno sekitar jam 1 siang. Memang kita masih mendiskusikan dengan Polda Metro Jaya yang berkaitan dengan kegiatan Car Freeday di sepanjang jalur Sudirman-Thamrin dan Medan Merdeka. Kita sudah bersepakat di internal untuk tidak memasukan bus ke jalur tersebut. Kita akan jalan kaki menuju bunderan HI," katanya.

Editor: Nurika Manan

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17

Virus Corona Bunuh 80 Orang, Indonesia Belum Keluarkan Travel Ban