Share This

Pilkada Serentak, KPU Siapkan TPS bagi Pengungsi Syiah Sampang

"Bisa di tempat asal atau di tempat lain sesuai dengan hasil koordinasi dengan pihak keamanan,"

, BERITA , NUSANTARA

Rabu, 07 Mar 2018 12:15 WIB

Pilkada Serentak, KPU Siapkan TPS bagi Pengungsi Syiah Sampang

Pengungsi syiah Sampang mengikuti sosialisasi dari KPUD Sampang di rumah susun (rusun) Puspa Agro, Jemundo, Taman, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (15/2). (Foto: Antara)

KBR Surabaya- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur memutuskan  mendirikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Sampang, bagi pengungsi  Syiah yang tinggal di Rumah Susun (Rusun) Jemundo, Sidoarjo.  KPU Jatim masih berkoordinasi dengan pihak keamanan   untuk lokasi tepatnya. Tujuannya  agar pendirian TPS itu tidak menimbulkan masalah.

"Terkait Syiah kita sudah komunikasi dengan KPU RI dan KPU Sampang dan TPS didirikan di Sampang. Bisa di tempat asal atau di tempat lain sesuai dengan hasil koordinasi dengan pihak keamanan," kata komisioner KPU Jatim Choirul Anam, Rabu (7/3/2018).

Dalam Pemilihan Kepala Daerah serentak 2018, warga Syiah yang tinggal di Rusun Jemundo akan menggunakan hak pilihnya di Pemilihan Bupati (Pilbup) Sampang dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018.

Anam berharap agar pengungsi Syiah yang tinggal di Rusun Jemundo mau mencoblos di Sampang saat Pilkada serentak 2018. Pasalnya, jika tetap ingin mencoblos di TPS Jemundo,   akan kehilangan hak pilihnya dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Sampang 2018.

"Kalau tidak pulang, mereka akan kami fasilitasi menjadi pemilih pindah. Tetapi hanya Pemilihan Gubernur. Tetapi kalau mereka mau pulang maka bisa memilih dua, Gubernur dan Bupati," tegasnya.

Sebelumnya, sesuai hasil Pencocokan dan Penelitian (Coklit) yang dilakukan KPU Sampang ada sekitar 315 warga pengungsi Syiah yang punya hak pilih di Pilkada serentak 2018. Anam menandaskan, pihaknya memperlakukan pengungsi Syiah sama dengan warga pengungsi lainnya.

"Terkait pengungsi bukan hanya Syiah perlakuannya sama. Intinya misalkan di Sampang mereka bisa mencoblos di desa lain. Tapi Kabupatennya harus sama," pungkasnya.


Editor: Rony Sitanggang
 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Recent Podcast

September ini merupakan gelombang ketiga penetapan anggota DPRD Kota Malang sebagai tersangka oleh KPK.

Dengan langkah terbaru dari polisi, Istana mengklaim: Negara serius menuntaskan kasus Munir.

Aturan yang ada sangat mudah digunakan kelompok tertentu untuk melakukan persekusi atau kekerasan.

KPU tak kalah ngotot, meminta KPU daerah menunda proses pencaloan 12 nama bakal caleg eks napi korupsi yang sudah diloloskan Bawaslu.

Pelemahan rupiah karena kebijakan bank sentral AS The Fed, juga perang dagang AS-China.