BNPT Minta Situs Jelaskan Konten Jihad

BERITA | NASIONAL

Selasa, 31 Mar 2015 20:40 WIB

Author

Wiwik Ermawati

BNPT Minta Situs Jelaskan Konten Jihad

Ilustrasi

KBR, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta pengelola situs yang diblokir menjelaskan makna jihad dalam kontennya.

Hal ini berlaku bagi 19 situs yang diduga mengajarkan paham radikalisme dan telah diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kepala BNPT, Saud Usman Nasution, mengatakan selama ini tidak satupun situs tersebut yang menjelaskan maksud konten-konten yang diduga memuat paham radikalisme.

"Website-website selama ini menuliskan yang sifatnya radikal, dan jarang yang meluruskan. Ada satu, dua, tapi pada umumnya banyak masak bodoh," kata Saut saat dihubungi KBR, Selasa (31/3/2015) malam.

Menurutnya, pemblokiran itu tidak akan terjadi bila pengelola mampu menjelaskan tulisan-tulisan yang ada dalam situs mereka.

"Dari sinilah kita mengantisipasi agar tidak berkembang. Kita melihat dari yang ditulis mengajak berjihad ke Suriah, mengajarkan paham takfiriyah (mengkafirkan orang yang tidak sepaham /red), memojokkan orang, menyebabkan permusuhan atau menyinggung ras dan SARA," jelas Saut.

Kata Saut, hal-hal itu cukup jadi alasan pemblokiran. "Ini kita jadikan kriteria yang kami usulkan Menkominfo dalam rangka untuk diblok," pungkasnya.

Saud meminta masyarakat agar bisa berwaspada dalam mengahadapi konten digital.

Sebelumnya, BNPT meminta Kementrian Komunikasi dan Informatika memblokir 26 situs online yang bermuatan paham radikal teroris. Setelah dilakukan pengkajian Kementrian Komunikasi dan Informasi hanya memblokir 19 situs. Situs-situs ini di antaranya HIdayatullah.com dan voa-islam.com.

Selasa (31/3/2015) sore, perwakilan redaksi situs tersebut bertemu dengan BNPT untuk mempertanyakan kriteria pemblokiran.

Editor: Rio Tuasikal 

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

RS di Jalur Gaza Kewalahan Tampung Pasien Covid-19

Kabar Baru Jam 7

Kisah Pendamping Program Keluarga Harapan Edukasi Warga Cegah Stunting

Siapkah Sekolah Kembali Tatap Muka?

Eps8. Food Waste