Jokowi Restui 6 Holding BUMN

"Jadi holding dari enam usulan tadi tentunya ada prioritas yang diutamakan, apakah bisa selesai atau tidak tergantung dengan kesiapan masing-masing BUMN"

BERITA | NASIONAL

Senin, 29 Feb 2016 21:09 WIB

Author

Ade Irmansyah

Jokowi Restui 6 Holding BUMN

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Foto: KBR/Jay Setkab)

KBR, Jakarta - Presiden Joko Widodo mendukung penuh rencana Kementerian BUMN untuk membuat perusahaan utama yang membawahi Badan Umum Milik Negara (Holding BUMN) dalam waktu dekat. Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan memberikan tambahan kemampuan pendanaan BUMN yang mandiri.

Selain itu kata Pramono, hal ini juga untuk menghindari BUMN disalahgunakan oleh salah satu kekuatan partai politik tertentu. Kata dia, ada enam sektor yang bakal dilakukan holding. Di antaranya kata dia, sektor pertambangan, sektor ketahanan energi, dan sektor perbankan.

"Jadi holding dari enam usulan tadi tentunya ada prioritas yang diutamakan, apakah bisa selesai atau tidak tergantung dengan kesiapan masing-masing BUMN untuk dilakukan pembangunan holding. Tapi yang jelas presiden menjelaskan pengalaman ketika penggabungan semen itu jangan sampai terjadi. Dimana tarik menarik koorporasi semakin kuat dan semuanya hanya ego sektoral," ujar Sekretaris Kabinet, Pramono Anung   kepada wartawan di Kantor Presiden, Senin (29/02). 

Pramono melanjutkan, "kita sudah waktunya untuk melakukan efisiensi dimana sudah kita ketahui semua ini adalah era persaingan, era kompetisi dan mau tidak mau BUMN kita harus bisa berkompetisi secara global."

Sekertaris Kabinet, Pramono Anung menambahkan, terkait hal tersebut akan ada beberapa perubahan peraturan pemerintah supaya holding sama sekali tidak menggunakan APBN. Kata dia, Presiden Joko Widodo juga meminta proses pembangunan holding ini dilakukan secara hati-hati dan sungguh-sungguh dengan memperhatikan efektifitasnya.


Editor: Rony Sitanggang

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

Kabar Baru Jam 20

Pemerintah akan Evaluasi Peningkatan Serapan Anggaran

Kabar Baru Jam 19

Kabar Baru Jam 18

Kabar Baru Jam 17