Menag Berharap Masyarakat Terima Gafatar

" Justru harus kita rangkul, ayomi, dan terima dengan sepenuh hati,"

BERITA | NASIONAL

Jumat, 22 Jan 2016 15:50 WIB

Author

Ninik Yuniati

Menag Berharap Masyarakat Terima Gafatar

KBR, Jakarta- Kementerian Agama bakal membina anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) di tempat penampungan di Solo, Jawa Tengah. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin mengatakan, mereka yang dipulangkan dari Kalimantan Barat tersebut sedang menuju Semarang, sebelum akhirnya ditampung di Asrama Haji Donohudan, Solo.

Kata dia, para penyuluh agama bakal berdialog dengan para mereka. Diharapkan nantinya masyarakat luas bisa menerima kehadirannya.

"Kapal yang disediakan oleh TNI itu akan mendarat di Semarang. Mereka akan dibawa ke Asrama Haji di Donohudan di Solo. Di sana beberapa saat, tentu nanti akan ada pembinaan, ceramah-ceramah keagamaan dalam rangka untuk bagaimana berdialog dengan mereka terkait dengan paham keagamaan ini," kata  Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin  di  Jakarta, Jumat (22/1). 

Lukman melanjutkan, "Saya sangat berharap masyarakat secara umum, bisa menerima mereka dengan jiwa besar. Karena hakekatnya mereka adalah saudara-saudara kita. Mereka bukanlah orang-orang yang kita harus kucilkan. Justru harus kita rangkul, ayomi, dan terima dengan sepenuh hati,"

Lukman Hakim Syaifudin berharap ormas Islam turut proaktif merangkul anggota-anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Kata dia, seharusnya ormas-ormas Islam seperti NU dan Muhammadiyah membantu membina. Kata dia, pendekatan dialogis semestinya menjadi pilihan utama ketimbang merespon mereka dengan cara kekerasan atau pengucilan.

"Tentu juga ormas-ormas Islam, kita punya Muhammadiyah, Nahdatul Ulama, serta majelis-majelis agama. Saya berharap mereka proaktif untuk melakukan pembinaan," kata Lukman.

Selasa petang (19/01/2016) ratusan  orang menyerang permukiman Gafatar di desa Moton, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Mereka mengamuk lantas  membakar permukiman. Akibat serangan itu ribuan pengikut Gafatar terpaksa mengungsi. Pengungsi eks gafatar ditampung di beberapa tempat. Lokasi pengungsian tersebut diantaranya di Bengkangdam dan Kompi B 643.

Data Palang Merah Indonesia (PMI) provinsi Kalimantan Barat, pagi tadi, Kamis (21/01), pengungsi berjumlah 2.369 orang. Ada penambahan pengungsi dari Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.

Editor: Rony Sitanggang


   

Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Most Popular / Trending

AstraZeneca Bakal Gelar Uji Klinis Global Tambahan

Eps12. Masa Depan Restorasi Gambut

Kabar Baru Jam 7

Menyoal Mekanisme Baru Pencairan Dana Bantuan Operasional Sekolah

Bupati Banyumas Larang Hajatan Meski Diprotes