BRG Perintahkan 36 Perusahaan Merestorasi Gambut

BRG selama 2016 telah memerintahkan 36 perusahaan untuk mulai merestorasi gambut di wilayah konsesinya masing-masing.

Sabtu, 31 Des 2016 15:39 WIB

Ilustrasi: Kebakaran di lahan gambur. (Foto: Greenradio Pekanbaru)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


KBR, Jakarta - Badan Restorasi Gambut (BRG) selama 2016 telah memerintahkan 36 perusahaan untuk mulai merestorasi gambut di wilayah konsesinya masing-masing. Puluhan perusahaan itu berada di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, dan Jambi.

Kepala BRG Nazir Foead menyatakan perusahaan yang ditunjuk harus membuat kanal-kanal dan memasang alat pemantau. Seluruh proses itu harus rampung pada Juni 2017.

"Sehingga ketika mereka nanti melaksanakan kegiatan restorasi dalam hal pembasahan sekat kanal segala macam, bisa kita pantau," ungkapnya dalam laporan catatan akhir tahun di kantor BRG, Jakarta, Jumat (30/12/2016) sore.

"Kalau air muka turun terus dan mendekati zona bahaya kekeringan terbatas kan bisa segera dikoreksi. Perintahkan kepada perusahaannya untuk masukkan air, atau betul-betul jaga kanan kiri tidak ada api yang bisa merembet," terangnya lagi.

Baca:

Kepala BRG, Nazir Foead menjelaskan, total area konsesi yang ditunjuk itu mencapai 650 ribu hektar atau 26% area restorasi. Saat ini telah terpasang 20 unit alat pemantau di lima provinsi. Alat ini disebut water logger yang akan memberikan data real time tentang tinggi muka air.

"BRG akan memantau memantau ketat terhadap areal tersebut," tambahnya.

Sementara Presiden Joko Widodo menargetkan, total ada 2 juta hektar lahan gambut yang harus direstorasi. Selama 2016, BRG menargetkan memulai intervensi di 30 persen daerah gambut di Indonesia. Pada tahun pertama ini pula, BRG fokus pada perencanaan, pemetaan, penyiapan kelembagaan, dan penyiapan masyarakat. (ika)

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial
  • Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP
  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres

Wakapolri Tegaskan Tak Ada Pengamanan Khusus terkait Rencana Kembalinya Rizieq

  • JK Bantah Asian Games 2018 Kekurangan Dana
  • 5 Kecamatan di Karo Gelap Gulita Akibat Erupsi Sinabung
  • Netanyahu Kecam Pernyataan PM Polandia Soal Dalang Holocaust

Tidak lama lagi kita akan merayakan pesta rakyat yang diadakan setiap 5 tahun sekali. Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden yang jatuh pada tahun 2019.