Ilustrasi. (Foto: dephub.go.id)


KBR, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencopot Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Jakarta, terkait kasus penganiayaan siswa yang menimbulkan korban jiwa.

Menteri Budi  mengatakan sudah mencopot Kapten Weku Frederik Karuntu dari posisi kepala sekolah dan terus mendalami kejadian tersebut. Dia juga berjanji akan mencopot mahasiswa senior yang terlibat dalam kasus penganiayaan tersebut.

"Hari ini kami sudah membebastugaskan kepala sekolah itu karena pada dasarnya (sesuai) standar kerja sekolah yang pelayaran, udara dan darat. Kejadian seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Jadi, kita secara khusus menyatakan ketat apabila ada senior yang melakukan itu sanksinya keluar. Demikian juga apabila kepala sekola tidak bisa mengendalikan, dia kita anggap tidak mampu," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Istana Kepresidenan, Rabu (11/1/2017).

Menteri Budi mengatakan kejadian penganiayaan di sekolah akademi semacam STIP sudah sering kali terjadi. Untuk itu, pengawasan ketat harus dilakukan sekolah-sekolah semacam itu. Dia juga menyerahkan kasus itu ke penegak hukum agar kasus penganiayaan ini bisa ditangani sesuai hukum.  

"Kita akan teliti, nanti sore, saya akan ke rumah duka untuk menanyakan apa yang terjadi. Dalam beberapa kasus yang saya temui, beberapa kejadian itu ada, kejadian senior terhadap junior ada. Saya menegur keras, oleh karena itu saya memberikan syarat-syarat ketat kepada kepala sekolah untuk lebih teliti dan diberikan sanksi baik pada siswa maupun kepala sekolah," kata Budi.

Sebelumnya, Amirullah Adityas Putra, seorang Taruna Tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, di Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, tewas akibat mendapat tindak kekerasan oleh empat senior taruna tingkat II.

Peristiwa itu terjadi di Gedung Dormitory Ring IV, Kamar M205 STIP, Selasa (10/1/2017) malam lalu.

Ini bukan kali pertama terjadi penganiayaan terhadap mahasiswa di STIP Marunda, Jakarta Utara. Pada 2014 juga pernah terjadi penganiayaan hingga tewas terhadap sejumlah taruna di STIP Jakarta Utara. Salah seorang mahasiswa bernama Dimas Dikita Handoko asal Sumatera Utara tewas akibat penganiayaan itu.

Baca juga:


Editor: Agus Luqman 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!