Kena Asma Gara-Gara Jadi Perokok Pasif, Haykal Bangkit Melawan

Dua korban rokok di usia muda; Zainudin dan Ibnu Haykal, menyatakan kemarahannya lantaran harus tertimpa sial asap rokok.

Jumat, 27 Okt 2017 10:49 WIB

Ibnu Haykal dan Zainudin jadi korban rokok

Ibnu Haykal dan Zainudin jadi korban rokok (foto: KBR)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Kementerian Kesehatan menyebut Indonesia menghadapi ancaman serius akibat peningkatan jumlah perokok, terutama kelompok anak-anak dan remaja. Peningkatan perokok remaja usia 15-19 tahun meningkat dua kali lipat dari 12,7 persen pada 2001 menjadi 23,1 persen pada 2016. Dua korban rokok di usia muda; Zainudin dan Ibnu Haykal, menyatakan kemarahannya lantaran harus tertimpa sial asap rokok. Seperti apa ceritanya? Jurnalis KBR, Quinawaty Pasaribu, menyusun laporannya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Pemerintah sebagai pengemban amanah konstitusi harus yakin dan percaya diri dalam mengendalikan konsumsi rokok. Konstitusi mengamanahkan agar konsumsi rokok diturunkan demi kesehatan masyarakat.