[SAGA] Jember, Kota Karnaval Indonesia

“Jember sudah menjadi Kota Karnaval Indonesia. Bukan hanya ikon Jember tapi Indonesia akan kita kembangkan terus,” tutur Jokowi.

Rabu, 13 Sep 2017 11:40 WIB

Kostum Unity in Diversity dikenakan Putri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani. Foto: Friska Kalia/KBR.

KBR, Jember - Hiruk-pikuk warga dan pelancong beradu dalam alunan musik yang mengiringi ratusan model memasuki catwalk di gelaran Jember Fashion Carnaval 2017. Mereka berlenggak-lenggok dengan beragam kostum; mulai dari Srivijaya Empire –yang menampilkan lambang kejayaan Kerajaan Sriwijaya dengan dominasi warna hijau dan emas. 

Ada pula kostum Mystical Toraja –yang mengusung miniatur Tongkongan berwarna hitam dan emas serta rupa-rupa kain Songket. Dan tak ketinggalan, kostum yang menyerupai burung garuda dengan sayap lebar berwarna emas. Kostum bertema Unity in Diversity ini dikenakan Putri Indonesia 2017, Bunga Jelitha Ibrani. 

Beragam kostum karnaval ini sesungguhnya terbuat dari bahan daur ulang. Biaya untuk mendesainnya tak murah. Salah seorang peserta karnaval, Danang Sudjana, bercerita perlu biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk membuat satu kostum dengan waktu berbulan-bulan. 

Danang sendiri membuat kostum Mystical Toraja. Bahannya dari kain Songket hasil daur ulang yang dikumpulkan selama setahun. Juga pernak-pernik pendukung seperti bros dan gelang yang dibuat sendiri. Tak ketinggalan mahkota berupa rumah Tongkongan setingi 1 meter. 

“Ini kostum Toraja biayanya sekitar Rp1 juta,” kata Danang Sudjana, seorang pembuat kostum JFC di sela pagelaran. 

Festival Jember Carnaval sudah dimulai sejak 2003 silam. Tujuan awalnya tak lain untuk memberikan wadah kepada masyarakat setempat untuk berkarya serta menampilkan hasil karyanya ke hadapan khalayak luas. Gelaran tahunan ini pun begitu menyedot perhatian pelancong dari luar Kabupaten Jember. Pasalnya, kostum yang dihadirkan sangat unik. 

Bahkan, Jember Fashion Carnaval telah disejajarkan dengan karnaval lain di seluruh dunia seperti Carnaval di Rio De Janiro Brazil. Kesuksesan JFC selama 16 tahun inilah yang mengilhami tema tahun 2017 yaitu Victory. Pasalnya, lewat JFC pula Indonesia menjadi salah satu kota karnaval di dunia. Presiden JFC, Dynand Fariz.

“Saya melihat ini adalah momen merayakan keberhasilan karena sudah meraih banyak Best National Costume untuk Indonesia. Salah satunya di ajang Miss Universe,” ujar Fariz. 

(Kostum Srivijaya Empire, menampilkan lambang kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Foto: Friska Kalia/KBR)

Dynand adalah perancang kostum bertema Borobudur. Dimana ia memadukan miniatur candi sebagai mahkota disertai ornament khas Jawa Tengah sebagai hiasan di seluruh kostum. Dan yang tak kalah memukau, kostum khas Borneo –dengan bahan menyerupai sayap burung Enggang selebar dua meter dengan miniatur paruh burung sebagai mahkota dan tameng sebagai aksesori. 

Semua rancangan Dynand rupanya menyabet Best National Costum di ajang Miss Universe 2014, satu di antaranya bertema Candi Borobudur. 

Keberhasilan JFC, menurut Dynand juga tak lepas dari kerjasama tim. Kata dia, sejak awal mereka memiliki mimpi menjadikan Jember sebagai kota Karnaval Dunia. Terbukti, JFC menjadi magnet ampuh mendatangkan para pelancong. 

Dari gelaran ini pula laju perekonomian di Jember meningkat. Pembangunan bandara, hotel-hotel berkelas hingga pusat perbelanjaan mulai bermunculan. Bupati Jember, Faida mengungkapkan, JFC telah membawa angin segar bagi pariwisata di wilayahnya. JFC juga menjadi salah satu pembangkit ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jember.

“Jember memang layak jadi kota karnaval. Dan kuncinya memang konsisten dan didukung penuh oleh masyarakat," kata Bupati Faida. 

Ini dapat dilihat dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember dari sektor pariwisata meningkat hingga 100 persen. Bahkan pada 2012 silam, pendapatan aslinya dari pajak hotel dan restoran tercatat mencapai Rp7 miliar. Ini menjadikan sektor pariwisata menjadi salah satu penyumbang PAD terbesar untuk Kabupaten Jember. 

Presiden Joko Widodo bahkan mengapresiasi JFC dengan datang dan menyaksikan karnaval secara langsung. Ditemani Ibu negara Iriana, Presiden turut membuka gelaran JFC dan menobatkan Jember sebagai Kota Karnaval Indonesia.

“Jember sudah menjadi Kota Karnaval Indonesia. Bukan hanya ikon Jember tapi Indonesia akan kita kembangkan terus,” tutur Jokowi. 

Editor: Quinawaty

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Wiranto: Kasus HAM Masa Lalu Sulit Diungkap

  • 131 TKI Ilegal Dideportasi Malaysia
  • Jasa Antar Obat RSUD Blambangan Banyuwangi
  • Pelatih Kritik Kualitas Liga 1