Serial Hikayat Jihadi - Jalan Baru Teroris

Kehidupan baru para teroris usai menebar ketakutan dan kengerian.

Jumat, 19 Jun 2015 12:00 WIB

Hikayat Jihadi

Hikayat Jihadi

Apa yang terlintas saat mendengar kata 'terorisme'?

Ada rasa takut di sana. Ada kengerian di balik kata itu. Ledakan bom. Bom bunuh diri. Orang yang terluka. Tangis keluarga yang ditinggalkan. Juga orang biadab yang tega melakukan aksi kejam ini. 

Indonesia tak luput dari aksi terorisme. Bom Natal, Bom Bali 1 dan Bom Bali 2 hanyalah sedikit di antara rentetan kasus terorisme yang pernah melanda tanah air. 

Orang biadab inilah para teroris. Mereka yang memegang teguh ideologinya, menempuh jalan kekerasan dan merenggut nyawa orang lain yang dianggap menghalangi tujuannya. 

Tapi kini mereka memutuskan untuk menempuh jalan baru. 

Inilah serial "Hikayat Jihadi" - produksi bersama KBR, TV Tempo dan Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN). Klik di sini  untuk menikmati kisah-kisah para teroris yang memilih jalan baru untuk hidup mereka. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Jokowi: Bantuan untuk Kabupaten Asmat Terkendala Akses Transportasi

  • Pemikul Sabu 30 Kilogram Divonis 20 Tahun
  • Hari Kelima, Kabut Asap Tebal Landa Hong Kong
  • Federer Lolos ke Perempat Final Australia Terbuka

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.