Dewan Pers Waspada Jika Sidang Ahok Disiarkan Langsung

Siaran langsung bisa berbahaya lantaran berpotensi memicu perselisihan lebih besar.

Jumat, 09 Des 2016 18:20 WIB

Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)

Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Sidang Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama akan digelar Selasa, pekan depan. Hal ini tentu saja menyedot rasa penasaran masyarakat yang ingin menyaksikan secara langsung sidang Ahok yang diduga menistakan agama ini.

Namun, Dewan Pers meminta stasiun televisi tidak menyiarkan langsung persidangan tersebut. Alasannya, menurut Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, siaran langsung bisa berbahaya lantaran berpotensi memicu perselisihan lebih besar. Ia mengusulkan adanya pembatasan, televisi bisa menyiarkan langsung hanya saat sidang dakwaan dan pembacaan vonis. Aturan mengenai pembatasan tersebut bisa ditentukan oleh pengadilan.

“Kalau ada publik yang menggerutu, mengomel yang mengatakan bahwa ‘saya juga mau tahu dong apa argumen Ahok’. Apa kepentingan dia? Dibandingkan dengan kepentingan publik yang lebih besar? Kalau hanya memenuhi keinginan individu yang hanya sekedar ingin tahu, tidak perlu dilayani, ada aturan-aturan yang mengatur tentang standar dan norma,” ujar Yosep Adi Prasetyo.  Simak quote selengkapnya.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.