Ricuh Pengukuran BJIB Kertajati, Warga Belum Berani Kembali ke Rumah

Warga Belum Berani Kembali ke Rumah masing,semua dikonsertrasikan ke balai desa, karena ada ketakutan ancaman penangkapan dan intimidasi.

Jumat, 18 Nov 2016 17:00 WIB

Foto: Antara

Foto: Antara


Konflik lahan di Desa Sukamulya, Kertajati, Majalengka untuk pembuatan Bandara Internasional Jawa Barat, membuat warga ketakutan. 


Menurut Sekjen Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Dewi Sartika, hingga kini masyarakat masih trauma dan bertahan di balai desa pasca bentrokan yang membuat enam orang ditahan dan hampir 10 orang warga terluka. 

Pihaknya pun sudah melayangkan surat protes kepada Presiden Jokowi, dilayangkan karena sejak kemarin tidak ada langkah konkret dari Kapolri, KSP (kantor staf presiden) dan berbagai pihak untuk menarik mundur aparat gabungan dan menghentikan proses pengukuran lahan dan membebaskan petani yang masih ditahan.

“Warga Belum Berani Kembali ke Rumah masing,semua dikonsertrasikan ke balai desa, karena ada ketakutan ancaman penangkapan dan intimidasi. Apalagi tadi pagi ada masuk pasukan tentara melakukan patroli. Jadi anak-anak dan ibu belum berani pulang ke rumah,” kata Dewi. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Impor Garam 3,7 Juta Ton, Susi: Bukan Rekomendasi KKP

  • Kapolri: 2018 Indonesia Banyak Agenda, Mesin Makin Panas
  • Jokowi: Masa Sudah 3-4 Tahun Masih Bawa-bawa Urusan Pilpres
  • SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh
  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil

Pemerintah Upayakan Pemulangan Dua Sandera Abu Sayyaf dari Filipina

  • Sopir Angkot Desak Anies Buka Jalan Jati Baru Tanah Abang
  • Macet, LA Berencana Duplikasi Papan Hollywood
  • Persebaya Tak Lagi Kejar Andik Vermansyah

Presiden Joko Widodo menyerukan agar PR anak-anak sekolah tak hanya urusan menggarap soal. Tapi melakukan hal-hal yang terkait kegiatan sosial dan lingkungan.