Kapolri: Ada Kelompok Garis Keras di Aksi 4 November

Tito meminta agar kelompok garis keras tersebut tidak merusak niat baik aksi.

Jumat, 04 Nov 2016 18:15 WIB

Aparat kepolisian dudk berjaga sambil membaca asmaul husna. (KBR/Randyka)

Aparat kepolisian dudk berjaga sambil membaca asmaul husna. (KBR/Randyka)

Kepolisian Republik Indonesia mewaspadai adanya kelompok Islam garis keras yang pernah melakukan teror dalam demonstrasi 4 November, hari ini. Kapolri Tito Karnavian mengatakan informasi itu didapatkan dari informasi intelijen.Tito meminta agar kelompok garis keras tersebut tidak merusak niat baik aksi tersebut.

"Kita perlu waspada ada beberapa komponen yang juga perlu kami antisipasi ada komponen garis keras termasuk jaringan dulu pernah melakulan teror juga ada" kata Tito Karnavian di depan Istana Negara. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Konflik agraria dari tahun ke tahun terus naik. Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat terjadi 600an konflik agraria sepanjang tahun lalu, meningkat 50 persen dibandingkan 2016.