177 Calon Haji WNI Ilegal di Filipina Tak Bisa Berangkat Haji

Mereka adalah korban dari travel agent yang tak bertanggungjawab. Pemerintah Filipina pun tak mengakui mereka sebagai warga negaranya meski memiliki paspor Filipina.

Jumat, 26 Agus 2016 15:00 WIB

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}


177 calon jamaah haji asal Indonesia yang ditahan ototoritas Filipina, terancam tak bisa pergi ke tanah suci, Mekkah. Keberangkatan mereka melalui jalur illegal, membuat  niat untuk beribadah malah menghalangi tujuan mulia mereka. Menurut Direktur Jenderal Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhamad Iqbal, mereka adalah korban dari travel agent yang tak bertanggungjawab. Pemerintah Filipina pun tak mengakui mereka sebagai warga negaranya meski memiliki paspor Filipina. 

"(Mereka sudah tidak bisa berangkat pergi haji?) O, kalau itu jelas, mereka hanya mendapatkan kuota haji jika memiliki paspor atau kuota Filipina, sementara paspor mereka sudah diambil kembali oleh pemerintah Filipina," ujar Iqbal. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!

  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...

Perpanjangan Pansus KPK Boroskan Duit Negara

  • Saksi Ahli Novanto Sebut KPK Terlalu Dini Tetapkan Tersangka
  • Densus Antikorupsi Polri Ditargetkan Balikan Uang Negara 900 Miliar Lebih
  • Pemkot Medan Ambil Alih Pasar Pringgan