Anhar Gonggong: Saya Tak Sudi Terima Ganti Rugi Belanda

Keluarga korban agresi militer Belanda, Anhar Gonggong menolak ganti rugi dari pemerintah kincir angin itu.

Senin, 16 Mar 2015 09:20 WIB

Sejarawan, Anhar Gonggong. (Foto: Antara)

Sejarawan, Anhar Gonggong. (Foto: Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Keluarga korban agresi militer Belanda, Anhar Gonggong menolak ganti rugi dari pemerintah kincir angin itu. Pasalnya, Belanda selama ini menganggap Indonesia bukan negara berdaulat. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Tanggal 23 Juli nanti kita akan merayakan Hari Anak Nasional. Peringatan ini diharapkan bisa menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan yang dihadapi anak Indonesia.