'Tak Rugi Jika Pabrik Semen Indonesia Ditutup Karena Pabrik Masih Berdiri'

Ganjar menyarankan agar PT Semen Indonesia mengajukan izin lingkungan baru, setelah izin lingkungan lama di Kabupaten Rembang dicabut.

Selasa, 17 Jan 2017 14:40 WIB

Pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang Jawa Tengah. (KBR/Musyafa)

Pabrik semen PT Semen Indonesia di Rembang Jawa Tengah. (KBR/Musyafa)

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo akhirnya mencabut izin lingkungan PT Semen Indonesia di Rembang,Jawa Tengah.Namun, Ganjar menyarankan agar PT Semen Indonesia mengajukan izin lingkungan baru, setelah izin lingkungan lama di Kabupaten Rembang dicabut.

PT Semen Indonesia menyatakan akan mengikuti keputusan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Juru Bicara PT Semen Indonesia Agung Wiharto menyatakan akan tunduk sepenuhnya tanpa syarat apapun.Bahkan, jika ada desakan masyarakat yang meminta pabrik semen Indonesia ditutup, pihaknya pun akan patuh.

“(Ada desakan dari masyarakat untuk menutup pabrik?) Kan ini mau kita tutup pabriknya sekarang. Nilai pembangunan pabrik Rp 4,9 Trilliun. Kan gak rugi (jika ditutup), kan pabriknya masih berdiri,” ujar Agung Winarko. Simak quote selengkapnya. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Indonesia masih menghadapi masalah jumlah penduduk yang besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Pertambahan jumlah penduduk tidak seimbang dengan pertumbuhan kesempatan kerja.