Pakar Hukum: Jika KPK Minta Bantuan Superman, Maka Superman Datang Dengan Seragamnya

Apakah salah jika KPK membawa Brimob masuk kedalam ruangan DPR?

Rabu, 20 Jan 2016 11:00 WIB

Jumat pekan lalu, terjadi kegaduhan antara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dengan penyidik KPK. Saat itu, petugas KPK datang dengan mengantongi surat penggeledahan untuk mencari jejak dokumen dugaan suap yang dilakukan tersangka Damayanti, Yudi Widiana dari partai PKS.

Namun, proses penggeledahan ini tersendat lantaran rekan satu partai Yudi di Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah, meminta surat geledah dari penyidik. Fahri kesal lantaran dalam surat geledah tak tertulis nama Yudi melainkan hanya Damayanti. Selain itu, Fahri juga marah karena KPK membawa Brimob lengkap dengan senjata.

Nah, apakah salah jika KPK membawa Brimob masuk kedalam ruangan DPR? Berikut tanggapan Pakar Hukum Pidana UI Gandjar Laksmana Bonaprapta.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

Ini Hasil Rapat Bamus DPR soal Perppu Ormas

  • Tim Arkeolog Sumba Berupaya Cetak Kerangka Situs 2800 Tahun
  • LN: Amerika Terapkan Sanksi Baru bagi Pendukung Korea Utara
  • OR: Di Tengah Ketakpastian Draxler Didekati Sejumlah Klub

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.