Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Danny/KBR)

Presiden RI Joko Widodo. (Foto: Danny/KBR)

Hampir setahun sudah KPU menetapkan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Puaskah Anda dengan kinerja kedua pasangan? Survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan hasil yang tak begitu menggembirakan. Pasangan presiden pilihan rakyat itu hanya memuaskan tak sampai setengah dari responden. Tepatnya hanya sekitar 40 persen (Portal:  40,7 persen)  warga yang puas dengan bekas Gubernur Jakarta itu. Sebanyak sekitar 55 persen (portal 55,7 persen) warga tak puas dengan kinerja Jokowi – JK.

Survei di 34 provinsi itu juga menemukan  sekitar 31 persen (Portal 31,5 persen) menilai kondisi ekonomi saat ini menurun. Yang menjawab lebih baik hanya sekitar 24 persen. Lainnya menilai tak ada perubahan dalam bidang ekonomi. Menurut SMRC, penilaian warga soal Jokowi di bidang ekonomi melorot karena ia nekad mengurangi subsidi bahan bakar minyak. Kondisi ekonomi yang buruk ini berdampak pada sulitnya orang mendapat pekerjaan.

Dalam bidang hukum, kinerja Jokowi juga dinilai  tak menggembirakan. Hanya 32 persen responden yang menilai keadaan ini lebih baik. Mayoritas sebanyak 38 persen warga menyatakan kondisi hukum di Indonesia buruk. Sepertinya sebagian besar responden merujuk pada konflik polisi versus KPK, yang berujung pada kriminalisasi pemimpin KPK.

Harapan seringkali tak nyata di lapangan. Hasil survei itu mesti jadi rujukan bagi Jokowi – JK untuk memperbaiki kinerja. Kerja. Kerja. Kerja - seperti slogannya dulu dan nama kabinetnya, Jokowi mesti bekerja lebih keras. Pun begitu kabinetnya. Tak perlu sungkan atau segan kala ada menteri atau pejabat setingkat menteri yang berkinerja buruk. Berhentikan dan cari yang lebih mampu bekerja dengan baik. Survei sudah membuktikan, dalam urusan ekonomi dan hukum warga tak puas.


 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!