Konvensi Perubahan Iklim PBB atau COP ke-21 sudah menghasilkan Kesepakatan Paris. Poin utama dari kesepakatan ini adalah membatasi kenaikan suhu global di bawah 2 derajat Celcius. Negara-negara kaya juga sepakat untuk menyediakan dana 100 miliar dollar Amerika Serikat per tahun bagi negara berkembang demi mengatasi dampak perubahan iklim.

Paris adalah sebuah permulaan. Ia menjadi dasar bagi upaya jangka panjang dalam menghadapi perubahan iklim. Dari situ, paling tidak, kita bisa melihat bahwa ada ratusan negara di dunia yang punya kegelisahan yang sama: bahwa kita harus mewariskan bumi yang sehat kepada generasi berikutnya. Karena itu penting untuk memunculkan kesadaran dan sikap baru. Musuh bumi sekarang adalah kerakusan – baik pada diri sendiri maupun di tingkat negara. Juga ketidakpedulian.

Sekjen PBB Ban Ki-moon menyebut Kesepakatan Paris ini sebagai sesuatu yang historis. Bahwa perubahan iklim telah berhasil mendorong 195 negara untuk bersepakat. Pertemuan di Copenhagen pada 2009, misalnya, tidak berhasil menelurkan kesepakatan apa pun. Karena itu begitu Paris berhasil, semua bersorak. Bumi tak bisa lagi bersandar pada upaya sporadis, tapi butuh upaya masif dan berkesinambungan.

Dan kita, setiap individu penghuni Bumi, tetap mesti berperan. Sekecil apa pun, peran kita akan berdampak pada Bumi – sekarang dan nanti. Inisiatif-inisiatif kecil di berbagai daerah tetap harus didorong. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, PR Indonesia masih banyak. Tak hanya dunia yang berharap banyak pada kelestarian lingkungan di Indonesia, tapi juga kita – seluruh warga Indonesia.

Ketika kita tak bisa menjaga hutan sehingga terjadi kebakaran dan banyak negara ikut terkena dampaknya, maka ini adalah alarm. Ketika kita tak bisa melepaskan diri dari sumber energi batu bara padahal sumber energi matahari melimpah ruah, ini adalah alarm. Dan kita tidak ingin harus menyalakan alarm-alarm berikutnya.

Bumi butuh kita sekarang. Se-ka-rang. 


Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!