Papua yang Terlupa

Jauh hari sebelum kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah mengeluarkan peringatan kepada Australia, lewat menteri-menterinya: jangan mencampuri isu Papua.

Selasa, 08 Nov 2016 09:07 WIB

Anak Papua panen cabe

Ilustrasi: Jangan melupakan Papua (foto: Antara)


Ketika perhatian publik dalam negeri tersorot pada kasus Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, negara tetangga Australia bersiap menyambut kunjungan Presiden Joko Widodo. Kunjungan yang mestinya dilakukan awal November, ditunda karena demo besar akhir pekan lalu.

Bagi pemerintah dan publik Australia, kunjungan ini bakal menjadi sorotan penting mengenai relasi dua negara, khususnya menyangkut isu Papua. Jauh hari sebelum kunjungan tersebut, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu sudah mengeluarkan peringatan kepada Australia, lewat menteri-menterinya: jangan mencampuri isu Papua. Ryamizard juga meminta Australia mempengaruhi negara-negara di kawasan Pasifik untuk mencabut dukungan terhadap keanggotaan ULMWP di organisasi negara-negara Melanesia MSG. Status keanggotaan ULMWP di MSG akan diputuskan akhir tahun ini. 

Sikap Australia sejauh ini mendukung Papua sebagai wilayah NKRI. Namun, kasus pelanggaran hak asasi manusia di Papua tetap menjadi kerikil di hubungan dua negara. Isu Papua tetap ramai dibahas di negara tetangga itu, terutama oleh anggota parlemen yang pro Papua Merdeka. Jika Indonesia meminta dukungan Australia terhadap kedaulatan NKRI di Papua, semestinya tidak perlu melarang Australia menyinggung isu hak asasi manusia di Papua. Presiden Joko Widodo tahun lalu juga menjanjikan membuka akses bebas bagi jurnalis asing mengunjungi Papua. Namun, hingga kini janji itu belum terbukti. Isu ini kemungkinan bakal ditagih oleh publik Australia, saat kunjungan Jokowi nanti.  

Isu kekerasan dan pelanggaran HAM di Papua saat ini seperti tersingkir di media massa. Padahal banyak kasus pelanggaran HAM di Papua yang mandeg atau ditutup-tutupi. Kita juga tak boleh melupakan dan mesti terus mengingatkan Negara untuk juga hadir bagi penyelesaian kasus HAM di Papua.  

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi
  • Kapolri Ancam Copot Pejabat Polri di Daerah yang Gagal Petakan Konflik Sosial

Dokter RS Premier: Setnov Pernah Minta Dirawat Dokter Terawan

  • APK Pasangan Khofifa-Emil Dibakar Orang Tidak Dikenal di Situbondo
  • AL Libya Selamatkan 263 Imigran di Lepas Pantai Barat
  • Final Piala FA, Antonio Conte Sebut Chelsea bukan Favorit Juara

Setiap individu itu unik, mereka memiliki kesukaan masing-masing, termasuk dalam bekerja. Kebanyakan orang ingin bekerja di bidang yang sesuai dengan passion dan motivasi mereka masing-masing.