Mengawal Wawancara KPK

Mulai hari ini, KPK akan menggelar wawancara terbuka kepada 19 kandidat yang lolos dalam tes sebelumnya.

Senin, 24 Agus 2015 00:00 WIB

Gedung KPK

Gedung KPK

KBR,Jakarta-Mulai hari ini, KPK akan menggelar wawancara terbuka kepada 19 kandidat yang lolos dalam tes sebelumnya. Wawancara akan dilakukan sampai Rabu mendatang dan bersifat terbuka. Ini memang bukan proses terakhir, tapi ini menjadi kesempatan kita sebagai publik untuk ikut bersuara. Sebab setelah ini, tinggal keputusan Presiden serta DPR untuk menggelar uji kelayakan dan kepatutan, lalu memutuskan siapa yang memimpin KPK.

Setiap kandidat akan mendapatkan waktu satu jam untuk menjawab pertanyaan. Pertanyaan mulai dari soal visi dan misi sampai latar belakang profesional dan pribadi. Dan soal ini yang bakal menarik. Catatan terakhir dari Panitia Seleksi dan Indonesian Corruption Watch menunjukkan kalau ada beberapa kandidat yang masih bermasalah. Misalnya ada yang mengantongi ijazah perguruan tinggi bermasalah. Yang lain lagi ada yang diduga punya transaksi mencurigakan di rekeningnya. Ada juga yang belum membayar pajak motor gedenya.

Sepele? Tentu tidak.

Sebab yang akan kita pilih ini adalah calon pimpinan KPK. Sebuah lembaga anti rasuah yang selama bertahun-tahun jadi tumpuan harapan publik akan Indonesia yang bebas korupsi. Sebuah lembaga yang menunjukkan ketangguhannya meski didera serangan dari kiri kanan depan belakang. Jika hal-hal yang kecil ini tidak tuntas, tentu ini bakal jadi catatan besar tentang si capim. Ibarat noda setitik, maka yang bakal rusak adalah susu sebelanga. Proses wawancara terbuka ini akan menarik untuk diikuti.

Jika sebelumnya publik diminta berpartisipasi lewat pengecekan data kandidat di website, maka kali ini kita bisa lihat langsung bagaimana performa sang kandidat. Gestur, ekspresi wajah, cara menjawab pertanyaan akan menjadi hal-hal yang tidak tampak lewat data di CV. Dan dari situ, kita bisa juga menilai atau memupuk keyakinan, apakah seseorang itu layak atau tidak jadi pimpinan KPK.

Tantangan KPK di masa mendatang sangat besar. Gempuran yang menjurus ke arah pembubaran KPK belum juga usai. Malah, bisa jadi makin hebat. Dan untuk itu butuh orang-orang tangguh di dalamnya untuk menjaga keberadaan KPK sebagai harapan publik. Bagi banyak orang, sampai saat ini KPK adalah si penabuh genderang utama perang terhadap korupsi.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi

  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum
  • SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan
  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah

Penembak Brimob di Timika Berjumlah 15 Orang

  • Ahli: PNPS Penodaan Agama Langgar HAM Warga Ahmadiyah
  • Jokowi Tunjuk Din Syamsuddin sebagai Utusan Khusus Dialog Antaragama
  • Tak Dapat Bantuan KIS, Puluhan Pemulung Geruduk Gedung DPRD Sumut