Evaluasi Transportasi Air

Dua musibah angkutan laut itu menewaskan ratusan orang. Dalam musibah pertama sejumlah orang jadi tersangka. Penyelidikan penyebab kecelakaan masih berjalan.

Rabu, 04 Jul 2018 05:31 WIB

Foto kolase kondisi kapal penyeberangan feri KM Lestari Maju saat akan tenggelam di Perairan Selayar

Foto kolase kondisi kapal penyeberangan feri KM Lestari Maju saat akan tenggelam di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa (3/7). (Foto: Antara/HO/Relawan BNPB)

Beberapa pekan terakhir ini moda transportasi air dalam negeri mendapat sorotan tajam. Hanya selang dua minggu setelah tenggelam kapal Sinar Bangun di Danau Toba, kecelakaan maut menimpa kapal feri di perairan Sulawesi.

Dua musibah angkutan laut itu menewaskan ratusan orang. Dalam musibah pertama sejumlah orang jadi tersangka. Penyelidikan penyebab kecelakaan masih berjalan.

Moda transportasi air selama ini seperti tak mendapat perhatian serius. Bandingkan dengan moda transportasi lain seperti kereta api atau pesawat udara. 

Sejak adanya larangan terbang ke Eropa bagi pesawat Indonesia pada 2007 karena banyak kecelakaan, otoritas perhubungan berbenah dalam berbagai hal, terutama menyangkut keamanan penumpang. Begitu juga sektor kereta api mengalami banyak perbaikan dan pembenahan.

Namun berbeda dengan sektor angkutan air. Tidak banyak gebrakan. Masih banyak kasus kapal angkutan penumpang berlayar tanpa pengawasan ketat. Mulai dari manifest penumpang yang berbeda, kelebihan muatan, pelampung minim hingga nakhoda yang tak cakap.

Angkutan air sejatinya merupakan moda transportasi rakyat dengan biaya terjangkau. Di negara kepulauan ini, transportasi laut, danau dan penyeberangan masih menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk berpindah tempat. Tanpa jaminan keamanan dan perbaikan total, maka moda transportasi ini hanya akan menjadi 'mesin pembunuh' massal. 

Saatnya otoritas perhubungan Indonesia melakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan total di sektor ini. Copot orang-orang yang tidak cakap dan bertanggung jawab di segala tingkatan, baik di Kementerian hingga dinas dan otoritas pelabuhan di manapun.

Selain itu, perketat aturan pelayaran maupun izin berlayar, baik kapal di bawah Pelni maupun swasta. Jangan sampai kembali terjadi musibah pelayaran karena kelalaian. 

 
Komentar
Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

Puluhan organisasi Masyarakat sipil melalui gerakan #BersihkanIndonesia menantang kedua capres dan cawapres yang berlaga dalam Pemilu Presiden 2019 mewujudkan komitmen “Indonesia Berdaulat Energi".