Foto: Antara

Foto: Antara

Inilah saatnya pasang mata, pasang telinga dan ikut berpartisipasi aktif. Sampai 3 Agustus mendatang, publik diberi kesempatan untuk menanggapi nama-nama pendaftar yang lolos seleksi administrasi untuk jadi pimpinan KPK.

Total ada 194 orang. 23 di antaranya adalah perempuan. Profesinya macam-macam – dari advokat dan konsultan hukum, swasta dan BUMN, dosen sampai auditor serta advokat. Ada juga enam orang yang berasal dari internal KPK, salah satunya Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK Johan Budi.

Pintu itu dibuka lebar. Kita semua bisa ikut bersuara soal 194 nama yang sudah masuk seleksi awal Pansel KPK. Masuklah ke laman capimkpk.setneg.go.id dan berikan tanggapan. Di sana ada nama ke-194 orang itu. Kalau bisal, lampirkan dokumen supaya masukan Anda lebih kuat. Sayangnya di halaman tersebut tidak ada semacam CV ringkas yang bisa jadi rujukan jika kita tak betul-betul mengenal ke-194 nama tersebut.

Katanya: vox populi, vox dei – suara rakyat adalah suara Tuhan. Ajakan untuk berpartisipasi memberi masukan sebaiknya digulirkan terus menerus sampai tenggat waktu berakhir. Apalagi di tengah bulan puasa dan jelang Idul Fitri seperti sekarang  ini, lebih banyak orang yang memikirkan harga daging yang naik ketimbang nasib KPK.

KPK membutuhkan kita. KPK memikul harapan tinggi dari kita semua untuk bisa bekerja dengan baik sebagai garda terdepan perang melawan korupsi. KPK hadir karena Kepolisian dan Kejaksaan Agung tidak mampu menjalankan tugasnya dengan efektif dan efisien dalam memberantas korupsi. Dan KPK hadir dengan sederetan prestasi menjebloskan koruptor ke penjara.

KPK membutuhkan kita lebih dari apa pun saat ini. Di tengah gempuran kriminalisasi, hubungan yang panas dingin dengan Kepolisian, penangkapan terhadap penyidik KPK serta desakan pembubaran dari luar, KPK butuh suntikan semangat baru. Semangat baru itu adalah kita – yang meminjamkan mata, telinga dan energi kita untuk membantu mencermati nama-nama yang sudah lolos seleksi awal. Ini adalah ruang bagi kita untuk menunjukkan kepedulian kita kepada KPK dengan daya upaya yang kita miliki.

Kita butuh KPK, seperti juga KPK butuh kita. 

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!