Peringatan IDAHOT

Dalam kehidupan sehari-hari, kita bahkan seringkali tak sadar melakukan perundungan pada karib sendiri lantaran orientasi seksual mereka.

Kamis, 17 Mei 2018 05:38 WIB

Ilustrasi: IDAHOT

Ilustrasi: IDAHOT

Hari ini dunia memperingati International Day Against Homophobia and Transphobia (IDAHOT). Peringatan ini untuk mengingatkan masyarakat atas sebuah keputusan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 17 Mei 1990. Saat itu WHO menyebut homoseksual-transgender bukan sebagai gangguan kejiwaan. Bukan penyakit.

Dua dekade berselang, masih ada saja yang punya ketakutan berlebihan terhadap homoseksual -  benci, tak nyaman. Sikap yang menyuburkan stigma bahwa mereka yang hidup tidak dengan norma gender dan seksual arus utama itu membawa penyakit kelainan seksual yang menular, seorang pendosa. Bahkan dituding sebagai bagian dari gerakan besar untuk melemahkan negara. Dalam kehidupan sehari-hari, kita bahkan seringkali tak sadar melakukan perundungan pada karib sendiri lantaran orientasi seksual mereka.

Ujungnya; lahirlah kekerasan dan diskriminasi. Hampir 90 persen Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Indonesia mengaku pernah mengalami kekerasan, seperti kata organisasi LGBT Arus Pelangi. Sementara Komnas Perempuan menyebut, ada 110 kekerasan dan diskriminasi yang mereka, kurun 2013-2015.

Dua dekade berlalu, kita mestinya tak lagi abai pada apa kata ilmu pengetahuan. Dengan begitu kita tak lagi merasa ketakutan berlebihan dan memelihara kebencian atas keberadaan kelompok ini. Hak asasi manusia adalah milik semua -apapun orientasi seksual, identitas dan ekspresi gendernya.

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sedang melaksanakan Program Penguatan Reformasi Kepabeanan dan Cukai (PRKC). Program ini sudah dimulai sejak Desember 2016 hingga saat ini.