Ini tahun ke-17 bagi KBR. Kalau dia manusia, maka KBR memasuki usia remaja. "Lagi nakal-nakalnya," kata orangtua dulu.

Ini tahun yang penting bagi kami semua di bawah bendera PT Media Lintas Inti Nusantara (MLIN). Mulai tahun ini, kami memasang tonggak hidup baru sebagai 'a media content company'. Kami sekaligus menyambut kelahiran 'adik' baru kami yaitu Yuhu. Di sini lah kami berbagi peran - KBR menangani News sementara Yuhu bergerak di ranah Non-News.

Dengan segala perubahan di dalam, satu hal yang tidak akan berubah: layanan publik. Kami hadir untuk memberikan informasi yang tepercaya, juga inspiratif. Kami ada untuk sama-sama mendorong sekaligus mengawal perubahan Indonesia ke arah yang lebih baik. Lewat berbagai liputan, kami juga akan terus merawat keberagaman di tanah air.

Untuk merayakan ulang tahun ke-17, KBR menghadirkan sajian khusus berjudul #17thBersama65 . Kami cari dan hadirkan lagi arsip-arsip suara dari Tragedi 65-66 yang menunggu untuk diungkap jelas. Bukan untuk menyebar kesedihan, tapi justru untuk saling mengingatkan. Mengingatkan kita semua akan sejarah bangsa, juga mengingatkan Pemerintah untuk menunaikan tugas mereka.

Kami juga hadir di laman baru, www.KBR.id. Dengan perwajahan baru, kami berharap bisa tampil lebih segar. Kami akan terus hadirkan liputan yang tajam dan inspiratif untuk Anda.

Terima kasih untuk Anda semua yang masih menyimak KBR lewat berbagai platform - radio jaringan, website, media sosial dan juga lewat Zeemi.tv. Terima kasih juga kepada 600 radio jaringan dari Sabang sampai Merauke, juga di sejumlah negara Asia dan Australia, yang telah menjadi mitra KBR untuk menyiarkan informasi yang jernih, tajam, tepercaya dan inspiratif.

Tujuh belas tahun sudah kami berkarya. Kami tak sabar untuk segera melaju ke tahun-tahun berikutnya.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!