Garuda Indoonesia

Pesawat Garuda Indonesia. (Antara)

Nama Mario Steven Ambarita. Mendadak ia jadi pembicaraan menyusul aksi nekadnya  menyusup ke pesawat Garuda Indonesia rute Pekanbaru- Jakarta. Selama terbang, ia bersembunyi di ruang roda pesawat. Mario sukses mengelabui lapisan pengamanan Bandara Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru.

Mario ternyata tak hanya bermodal nekad. Ia sudah riset setahun lebih, bahkan pernah mencoba di pesawat lain. Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Suprasetyo menyebut, Mario sudah punya keinginan menyusup ke pesawat sejak lama. Pada 19 Maret lalu, dia pernah mencoba masuk ke landasan Bandara Kualanamu, Medan, Sumut. Mario belajar itu semua lewat internet. Dan ini bukan hal yang sulit, karena ternyata ada banyak kasus penumpang gelap di roda pesawat di berbagai belahan dunia.

Bisa dibayangkan jika aksi seperti ini juga ditiru oleh teroris. Keamanan jelas menjadi taruhannya. Jangan lupa, Bandara Sultan Syarif Kasim II sudah bertaraf internasional. Toh, masih juga kebobolan.

Maskapai penerbangan tidak bisa disalahkan. Maskapai hanya mengecek mesin sebelum pesawat berangkat. Ini dilakukan di tempat parkir pesawat. Setelah mesin dirasa aman, barulah pesawat menuju landasan pacu. Di landasan pacu ini yang bertanggung jawab adalah keamanan bandara. Mereka harusnya menjaga agar tidak ada orang masuk di area terlarang.

Ulah Mario ini menjadi bukti bahwa koordinasi pengamanan bandara untuk penerbangan komersial yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II tidak jelas. Karenanya Pemerintah harus serius menanganinya. Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mesti bertindak dan menyelidiki sistem manajemen keamanan dan keselamatan bandara – tak hanya di Pekanbaru, tapi di semua bandara internasional di Indonesia.

Setiap bandara seharusnya mengawasi keselamatan penumpang di tiap area bandara. Penjagaan keamanan tersebut dilakukan bukan hanya dalam area penumpang, tapi juga di luar area penumpang. Masuknya orang tanpa identitas di zona terlarang dapat mengancam keselamatan satu pesawat.

Di Indonesia, ada lebih dari 34 juta penumpang pesawat udara komersial menikmati moda transportasi ini ke berbagai kota tujuan. Jadi jelas, keamanan ekstra ketat mutlak dilakukan demi melindungi para penumpang.   

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!