Siapa Mau Jadi Petani?

Bumi Nusantara yang subur mestinya menyediakan seribu satu macam pangan pokok. Nyatanya tidak. Pun masih saja terjadi bencana kelaparan, seperti di Papua beberapa waktu lalu.

Senin, 12 Mar 2018 05:10 WIB

Ilustrasi: Petani menyiapkan bibit padi

Petani menyiapkan bibit padi di area persawahan Desa Kalidoro, Pati, Jawa Tengah. (Foto: Antara/Yusuf Nugroho).

Dalam sebuah acara di Institut Pertanian Bogor, Presiden Joko Widodo menyindir para lulusannya yang banyak bekerja di bidang lain. 'Terus yang jadi petani siapa?" sindir Jokowi. 

Tidak banyak anak muda yang ingin jadi petani sekarang. Urbanisasi ke kota makin deras, sementara inovasi pertanian butuh ide-ide baru dari anak muda. Pertumbuhan penduduk yang tinggi seharusnya jadi panggilan buat anak muda untuk berbuat sesuatu demi kebutuhan pangan. Misalnya diversifikasi pangan. Bumi Nusantara yang subur mestinya menyediakan seribu satu macam pangan pokok. Nyatanya tidak. Pun masih saja terjadi bencana kelaparan, seperti di Papua beberapa waktu lalu.

Keinginan Presiden Jokowi ini juga mesti dicek ke lapangan. Masih seberapa banyak lahan yang tersedia untuk digarap? Ketersediaan lahan beradu cepat dengan alih fungsi, pertumbuhan industri dan pembangunan lainnya. 

Perlu ada cara yang lebih sistematis dan terstruktur kalau kita ingin lebih banyak anak muda di bidang pertanian dan pangan. Pendidikan vokasi, yang sering digenjot Jokowi untuk infrastruktur, bisa juga untuk bidang ini. 

 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.