Kekerasan Pada Perempuan

Sepanjang tahun lalu Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat ada lebih 16 ribu kekerasan terhadap perempuan.

Rabu, 09 Mar 2016 11:00 WIB

Ilustrasi. (Antara)

Ilustrasi. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Sepanjang tahun lalu Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mencatat ada lebih 16 ribu kekerasan terhadap perempuan. Dalam Catatan Tahunan (Catahu) yang dikeluarkan setiap peringatan Hari Perempuan Internasional 8 Maret, kekerasan terhadap perempuan semakin meluas baik dalam pola, bentuk dan jumlah peristiwa.

Kekerasan di ranah domestik masih mendominasi dengan lebih 11 ribu kasus. Di urutan berikutnya kekerasan di lingkungan sebanyak lebih 5 ribu kasus dan kekerasan oleh negara dengan 8 kasus. Kekerasan terhadap perempuan itu meluas lantaran berkaitan dengan peraturan daerah yang diskriminatif. Termasuk di dalamnya peristiwa akibat intoleransi antarumat. 

Data yang terdapat dalam Catahu 2016 Komnas Perempuan itu berasal dari pengaduan korban ke berbagai lembaga maupun Komnas Perempuan dari 34 provinsi. Ini artinya, bak puncak gunung es, yang terjadi angkanya bisa jadi lebih banyak lagi. 

Siklus kekerasan terhadap perempuan itu harus dihentikan. Bisa mencontoh apa yang dilakukan buruh perempuan di Amerika pada 159 tahun silam. Para buruh perempuan itu pada 8 Maret melawan. Memprotes rendahnya gaji dan buruknya kondisi kerja bagi para perempuan. Para buruh itu diserang dan dibubarkan paksa oleh para polisi. Tapi mereka tak menyerah. Peristiwa itulah yang kelak oleh dunia diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. 

Karena itu Komnas Perempuan mendesak negara hadir lebih maksimal. Terlibat langsung dalam pencegahan, penanganan sehingga bisa memberi rasa aman terutama pada para perempuan yang menjadi korban. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Ikhtiar Membentengi Anak-anak Muda Dari Radikalisme

  • Kepala Korps Brimob soal Penganiayaan Anggota Brimob Terhadap Wartawan LKBN Antara
  • Wakil Ketua KPK Laode M Syarief Soal Sikap KPK Terhadap Pansus Angket KPK Di DPR
  • Mendikbud Muhajir Effendy Soal Penerapan Sekolah Lima Hari Sepekan
  • Jadi Kepala UKP Pembinaan Pancasila, Yudi Latif Jelaskan Perbedaan dengan BP7
  • Siti Nurbaya: Lestarikan Lingkungan Perlu Kejujuran

Arus Balik di Terminal Bus Tegal Mulai Ramai

  • Jalur Puncak Arah Jakarta Mulai Dipadati Pemudik
  • Tiga Aktivis Buruh di Cina Dibebaskan dengan Jaminan
  • Pencipta Karakter Paddington Meninggal

Mudik seakan menjadi rutinitas tahunan dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri. Bagaimana kesiapan fasilitas sarana dan prasarana mudik tahun ini? Apakah sudah siap pakai untuk perjalanan pemudik?