Drama Labora

Labora atau Gayus Tambunan tidak akan bisa seenaknya keluar penjara kalau saja aparat hukum menolak suap.

Kamis, 10 Mar 2016 10:00 WIB

Labora Sitorus. (Antara)

Labora Sitorus. (Antara)

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Aksi puluhan anggota Gegana di kediaman terpidana kasus rekening gendut dan pencucian uang, Labora Sitorus, pada Jumat pekan lalu, sungguh terlihat heroik. Bak jagoan yang hendak menangkap penjahat kakap, polisi mengerahkan kekuatan penuh. Tapi apa yang terjadi? Polri pulang dengan tangan kosong. Dan selama tiga hari, Labora Sitorus tak ketahuan di mana rimbanya. Kepolisian sampai menduga Labora kabur ke luar negeri sehingga langsung dijadikan DPO.

Yang tidak disangka, Minggu sini hari, Labora Sitorus menyerahkan diri ke Polres Sorong - pakai ojek. Sungguh tontonan yang memalukan. Sejatinya ini juga menampar wajah Kepolisian.

Sesungguhnya, Kepolisian tak perlu sampai membuang energi memburu Labora Sitorus, kalau sejak awal polisi dan petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sorong, segera memboyong Labora kembali ke selnya pada Maret tahun lalu. Ya, setahun sudah, Labora dibiarkan keluar penjara dengan alasan kesehatan. Hingga akhirnya Labora menolak dijebloskan kembali ke bui karena mengantongi surat pembebasan yang menurut pihak Lapas Sorong tidak sah.

Kini, Labora Sitorus, berada di sel isolasi di penjara Cipinang, Jakarta Timur. Dia akan mendekam di ruangan berukuran 1,5 meter x 4 meter. Di sel isolasi itu, ada satu tempat tidur dan satu kamar mandi. Tapi sayangnya, sel itu tak dilengkapi CCTV. Pihak lapas hanya mengerahkan satu petugas keamanan di setiap blok Jadwal jaga.

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan sudah menjamin Labora Sitorus bakal menerima ganjaran dan kapok akibat aksinya itu. Tapi ia juga mesti berkaca- terpidana seperti Labora atau Gayus Tambunan tidak akan bisa seenaknya keluar penjara kalau saja aparat hukum menolak suap. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SPDP Pemimpin KPK, Jokowi Minta Tak Gaduh

  • Wiranto: Jual Saja Lapas Cipinang untuk Bangun Lapas di Pulau Terpencil
  • Gubernur Yogyakarta Pastikan Tindak Tegas Pelaku Aksi Intoleransi
  • Sebagai Panglima Tertinggi, Jokowi Perintahkan Bawahannya Tak Bikin Gaduh
  • Kalau Tak Setuju Ide Tes Keperawanan, Jangan Menyerang!
  • Jokowi: Kita Lebih Ingat Saracen, Ketimbang Momentum

Kuasa Hukum: Ada Gangguan di Otak Setnov

  • Beredar Surat Dari Novanto Soal Jabatannya, Fahri Hamzah: Itu Benar
  • Gunung Agung Meletus, Warga Kembali Mengungsi
  • Kasus PT IBU, Kemendag Bantah Aturan HET Beras Jadi Biang Penggerebekan