Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, saat meluncurkan Program Kantong Plastik Berbayar di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Minggu (21/02/2106)

Terhitung kemarin, program kantong plastik berbayar dimulai. Di saat yang sama, deklarasi Indonesia Bergerak untuk Bebas Sampah 2020 dicanangkan di Bundaran HI, Jakarta.

Total ada 22 kabupaten/kota yang secara serentak memulai program kantong plastik berbayar. Ini artinya, kalau Anda berbelanja, harus keluar uang lagi untuk membayar plastik yang dipakai untuk membawa belanjaan. Harga minimal yang diterapkan adalah 200 rupiah. Beberapa kota menerapkan harga lebih tinggi dengan harapan bakal makin meningkatkan jumlah orang yang tidak pakai kantong plastik. Sebagai permulaan, kantong plastik berbayar baru diuji coba di ritel modern atau pasar swalayan. Jika lancar, maka akan dikembangkan ke pasar tradisional. Program ini sendiri akan dievaluasi 3-6 bulan mendatang.

Menurut data, rata-rata setiap hari orang belanja dengan tiga kantong plastik. Sementara setiap toko rata-rata melakukan 100 transaksi per hari. Artinya, untuk 100 toko saja, sudah ada 30 ribu kantong plastik per hari. Dalam setahun, ada 10 juta lembar kantong plastik per tahun. Dan mereka berakhir di tempat sampah. Ini bukannya tidak membawa perkara lanjutan. Pertama, plastik tak bisa didaur ulang. Kedua, plastik yang terbawa sampai ke laut bisa termakan oleh binatang, dan mengakibatkan kematian.

Ini berarti kita tengah membunuh bumi diam-diam.

Inti dari program kantong plastik berbayar ini adalah dari mengurangi sampah plastik. Memakai plastik sudah jadi kebiasaan sehari-hari, dan mengubah kebiasaan tak pernah mudah. Karena itu ada aspek uang yang coba disematkan di sini. Ini sekaligus sebagai pengingat: kebiasaan pakai plastik ikut menggerus dompet Anda lho. Di saat yang sama, pengumpulan dana kantong plastik ini tentu juga harus tetap diawasi. Bagaimana pun, ini adalah dana publik. Sejauh ini, dana yang terkumpul masuk ke dalam kantong CSR peritel modern yang bisa dialokasikan untuk kegiatan-kegiatan yang ramah lingkungan. Di sinilah publik bisa bergerak – memastikan supaya uang itu memberi dampak balik yang positif bagi bumi.

Semua langkah baik untuk bumi selalu harus bermula dari diri sendiri. Yang kita lakukan adalah memastikan bumi tetap ada dan dalam keadaan sehat untuk anak dan cucu kita kelak. Jangan lupa bawa tas atau kantong sendiri ya kalau belanja.  

Bagikan berita ini :

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!