Menyambut Pahlawan Olahraga

Muka Indonesia masih terselamatkan dan tradisi emas Olimpiade kembali terjaga. Kita patut berterima kasih kepada para pahlawan olahraga atas jerih payah mereka.

Selasa, 23 Agus 2016 10:03 WIB

Pasangan badminton ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir peraih medali emas Olimpia

Pasangan badminton ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir peraih medali emas Olimpiade Rio 2016

Hari ini Presiden Joko Widodo akan menyambut kedatangan para atlet Indonesia yang baru saja berjuang di Olimpiade Rio Brazil. Sambutan khusus terutama kepada pasangan pebulutangkis Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang menyumbangkan medali emas dari nomor ganda campuran. Medali emas yang diraih tepat di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. 

Indonesia patut bersyukur, tidak pulang dengan malu. Satu medali emas dan dua medali perak paling tidak masih memberikan rasa bangga di kancah olahraga internasional, terutama dari cabang bulutangkis dan angkat besi. 

Muka Indonesia masih terselamatkan dan tradisi emas Olimpiade kembali terjaga. Kita patut berterima kasih kepada para pahlawan olahraga atas jerih payah mereka. Meski juga muncul kekecewaan karena target tiga emas tidak tercapai.

Ajang Olimpiade yang diikuti seluruh negara di dunia merupakan kompetisi impian setiap atlet dari semua negara. Keberhasilan meraih medali merupakan buah dari perjuangan panjang dan kerja keras seluruh tim. Kegagalan juga resiko dari tingginya persaingan atau keterbatasan dalam persiapan. 

Kegagalan mencapai target medali harus diikuti dengan evaluasi yang serius pada persiapan kontingen Indonesia. Mulai dari proses kaderisasi, kompetisi lokal untuk menjaring bibit-bibit potensial, penerapan disiplin atlet, transparansi kinerja organisasi cabang olahraga, politik anggaran olahraga yang masih kurang hingga perhatian pada nasib atlet yang kerap kali memprihatinkan. Pengalaman tahun ini harus dijadikan pelajaran berharga demi hasil lebih baik di Olimpiade Tokyo empat tahun lagi.

Olahraga merupakan salah satu bentuk perjuangan membela negara dan mengharumkan bangsa. Perbedaan etnis, agama atau ras lebur di bawah Merah Putih, seperti yang dicontohkan pasangan Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir. Mereka memberi contoh nyata perjuangan di Indonesia modern, di tengah kecenderungan sektarian dan nasionalisme sempit yang belakangan tumbuh berkecambah di kalangan anak muda. 

Selamat datang para Pahlawan Olahraga! 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

SBY Bertemu Mega di Istana, JK: Bicara Persatuan

  • 222 Triliun Anggaran Mengendap, Jokowi Siapkan Sanksi Bagi Daerah
  • Wiranto Ajak 5 Negara Keroyok ISIS di Marawi
  • Jokowi: Dulu Ikut Presidential Threshold 20 Persen, Sekarang Kok Beda...
  • Ari Dono Sukmanto soal Penanganan Beras Oplosan PT IBU
  • Dirjen AHU Freddy Harris soal Pencabutan Badan Hukum Ormas HTI

OTT di PN Jaksel, KPK Tetapkan Dua Orang Tersangka

  • DPR Akan Panggil Panglima TNI Terkait Pembelian Helikopter AW 101
  • Polres Jombang Temukan Modus Penjualan Narkoba Secara Kredit
  • Presiden AS Pilih Pertahankan Pasukan dari Afghanistan

Indonesia baru merayakan dirgahayu yang ke-72. Ada banyak harapan membuncah untuk generasi penerus yang bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.