Diplomasi untuk Palestina

Konflik Palestina-Israel adalah konflik yang menyangkut nyawa jutaan orang. Tidak patut jika dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu atau untuk tujuan tertentu. Termasuk di Indonesia.

Rabu, 13 Jun 2018 05:56 WIB

Aksi warga kecam pendudukan Israel atas Palestina

Aksi damai warga mengutuk agresi Israel atas Palestina dan mendukung pemerintah Indonesia untuk tidak menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra).

Selama bertahun-tahun sikap pemerintah dan masyarakat Indonesia sudah jelas: mendukung kemerdekaan Palestina dari pendudukan Israel. Sikap itu sejalan dengan sejumlah resolusi PBB yang mengakui hak berdaulat dan kemerdekaan Palestina. Meski resolusi-resolusi itu tak kunjung terwujud.

Upaya-upaya diplomasi dari Indonesia kini mendapat jalan lebih longgar setelah tahun ini terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Presiden Joko Widodo menegaskan, isu Palestina adalah prioritas Indonesia di Dewan Keamanan PBB. Indonesia mendorong kemerdekaan Palestina melalui kerangka solusi dua negara sesuai Perjanjian Oslo 1993 dan sikap PBB.

Penguasaan wilayah Palestina oleh Israel menimbulkan konflik selama puluhan tahun. Korban berjatuhan, upaya mendamaikan kedua pihak terus dilakukan. Namun perilaku pemerintah dan tentara Israel yang mendiskriminasi warga Palestina dan memperluas tanah pendudukan terus memicu kekerasan yang tak kunjung henti dari kedua pihak.

Diplomasi dan perundingan damai merupakan satu-satunya cara beradab untuk menyelesaikan konflik Palestina-Israel. Karena itu segala upaya nonperang untuk menyelesaikan konflik dan mengakhiri pendudukan Israel atas Palestina patut didukung.

Konflik Palestina-Israel adalah konflik yang menyangkut nyawa jutaan orang. Tidak patut jika dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan politik tertentu atau untuk tujuan tertentu. Termasuk di Indonesia.

Karena itu, upaya-upaya melanjutkan jalan dialog dan diplomasi, seperti yang dirintis para tokoh sejak puluhan tahun lalu, semestinya terus dijaga atas nama kemanusiaan. Upaya itu bisa dilakukan oleh setiap orang, setiap organisasi sehingga tidak bisa dimonopoli kelompok tertentu. Pemerintah, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, PKS, atau kelompok lain dan perseorangan bisa menggunakan cara masing-masing memperjuangkan Palestina, sesuai amanah konstitusi dan semangat perdamaian dunia.

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Apakah anda lelah dengan rutinitas harian anda? Seperti kuliah atau bekerja,dan belum punya waktu atau budget anda terbatas untuk bersenang-senang? Dufan Jawabannya