Bantuan Bagi Eks Teroris

Bantuan kemanusiaan tidak sepatutnya diberikan pada mereka yang turun-temurun atau berulangkali terlibat dalam aksi terorisme. Alih-alih sadar, jangan-jangan malah akan kembali untuk aksi teror.

Selasa, 06 Feb 2018 10:26 WIB

Ilustrasi: Menolong

Ilustrasi: Menolong

AUDIO

{{ currentTime | hhmmss }} / {{ track.duration / 1000 | hhmmss }}

Pemerintah tengah menyiapkan bantuan sosial kepada keluarga eks terpidana kasus terorisme. Kata Menteri Sosial Idrus Marham, perlindungan sosial itu diperlukan lantaran eks terpidana kebanyakan tergolong keluarga miskin. Bantuan diberikan sebagai bagian dari program deradikalisasi.

Pemerintah ingin memastikan para eks narapidana kasus terorisme bisa mendapat pekerjaan usai keluar dari bui. Itu sebab, pemerintah juga mengupayakan bekas napi bisa memiliki keahlian atau pekerjaan untuk menyambung hidup.  Tujuannya  agar mereka tak kembali ke jaringan penebar ketakutan dan kembali melakukan aksi kekerasan.

Memberikan bantuan bagi orang yang tak mampu tentu suatu langkah yang terpuji. Apalagi, keluarga yang seringkali tak ada sangkut pautnya atas perbuatan si terpidana bisa juga kena dampak sosial.  Kepada mereka ini, sepatutnya rehabilitasi juga dilakukan.

Kuncinya, selektif memberi bantuan. Misalnya, bantuan kemanusiaan tidak sepatutnya diberikan pada mereka yang turun temurun atau berulangkali terlibat dalam aksi terorisme. Alih-alih sadar, jangan-jangan bantuan yang diberikan malah akan kembali dijadikan modal untuk melakukan aksi teror.

Selain itu patut juga dipikirkan bantuan bagi mereka yang menjadi korban aksi teror. Jangan sampai, sudah menjadi korban aksi kekerasan, tak ada bantuan yang mampir bagi keluarga yang kehilangan. 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob

  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas
  • MKD DPR: Kalau Ada yang Bilang 'DPR Rampok Semua', Bisa Kami Laporkan ke Polisi

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

pernah melihat atau bahkan mengalami sendiri perlakuan diskriminatif / ujaran kebencian di ruang pendidikan, tempat kerja, lembaga pemerintahan, dan ruang publik lainnya tapi tidak tahu lapor kemana?