Pemerintah dan 3 Bank Bahas Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat

Kemenko Perekonomian mengumpulkan Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Bank Mandiri, BNI, dan BRI untuk membahas percepatan pendanaan peremajaan sawit rakyat.

Kamis, 17 Mei 2018 23:06 WIB

Seorang petani mengumpulkan sampah pelepah sawit di lokasi lahan perkebunan sawit rakyat yang akan diremajakan (replanting) di Desa Pelita kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau, Selasa (8/5). (Foto: ANTARA/Aswaddy H)

KBR, Jakarta - Pemerintah mempercepat pendanaan peremajaan sawit rakyat (PSR) guna meningkatkan produktivitas kebun sawit yang berusia tua. 

Kementerian Koordinator bidang Perekonomian mengumpulkan Kementerian Pertanian, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Kamis (17/5/2018).

Senior Vice President Bank Mandiri, Anton Herdianto, mengatakan akan mendanai peremajaan sawit rakyat di provinsi Riau, setelah sebelumnya mendanai Sumatera Utara.

"Target kami di awal ini kan baru 402 hektar (di Sumatera Utara) untuk Bank Mandiri saja, nanti setelah ini ada di Riau, sekitar 859 hektar. Ini kami baru dua, kami terus tambah dari hari ke hari," jelasnya kepada wartawan usai menghadiri Rakortas di Kemenko Ekonomi di Jakarta Pusat, Kamis (17/5/2018) siang. 

"Di sini yang dibahas tadi adalah prosesnya, proses percepatannya. Karena harus melibatkan koordinasi, perbangkan, BPDP, Dirjen Perkebunan, dan Pemda setempat," tambahnya.

Baca juga:

Sementara Direktur Bisnis dan Jaringan BNI Catur Budi Harto mengatakan saat ini menyiapkan Rp1,3 miliar hingga Rp2 miliar. Angka ini untuk petani di Musi Banyuasin provinsi Sumatera Selatan, Rokan Hulu provinsi Riau, dan Jambi.

"Kecil kok enggak banyak, ada di beberapa tempat," jelasnya kepada wartawan.

Pemerintah menargetkan program PSR menjangkau 185 hektare di 20 provinsi pada 2018 dengan target nilai tambah produktivitas 125 triliun per tahun. PSR dilakukan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani sawit dengan bunga 7%.

Menko Ekonomi Darmin Nasution telah menyebut program ini sangat penting karena dari 4,7 juta hektar kebun kelapa sawit rakyat,  2,7 juta hektar perlu diremajakan lantaran sudah tua. Sejak tahun lalu, Presiden Joko Widodo telah mengunjungi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Riau, untuk meluncurkan program PSR di tiap-tiap provinsi.

Baca juga:




Editor: Nurika Manan

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.