Warga Rembang Long March ke Semarang, Ini Pesan Gus Mus

“Sudah dimenangkan warga, sekarang tinggal eksekusinya bagaimana. Gubernur supaya mendengarkan mereka. Bapak kan mendengarkan anak - anaknya," ujar Gus Mus, Senin (5/12/2016).

Senin, 05 Des 2016 15:45 WIB

Ratusan warga penolak pabrik semen berpamitan dengan Kiai Mustofa Bisri. Foto: Musyafa/KBR

KBR, Rembang – Sebanyak 130-an orang dari kelompok penolak pabrik semen di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, menggelar aksi jalan kaki dari Rembang ke Semarang demi menemui Gubernur Ganjar Pranowo. 

Namun sebelumnya, mereka menemui ulama Mustofa Bisri atau yang biasa disapa Gus Mus di Pondok Pesantren Roudlotut Talibien Leteh, Rembang. Gus Mus berharap, Gubernur Ganjar mendengar suara warganya dan menjalankan putusan Mahkamah Agung yang memutuskan dibatalkannya izin lingkungan proyek semen tersebut.

“Sudah dimenangkan warga, sekarang tinggal eksekusinya bagaimana. Gubernur supaya mendengarkan mereka. Bapak kan mendengarkan anak - anaknya," ujar Gus Mus, Senin (5/12/2016).

Sementara itu, Joko Priyanto, koordinator aksi menyayangkan meski amar putusan Mahkamah Agung menyebutkan pencabutan izin lingkungan kegiatan penambangan PT. Semen Indonesia, namun sampai sekarang kegiatan proyek masih terus. Joko menyebut, kini keputusan berada di tangan Gubernur Ganjar Pranowo, meski yang mengeluarkan izin lingkungan adalah Gubernur waktu itu, Bibit Waluyo.

“Publik sudah tahu bahwa gugatan warga terhadap Semen Indonesia dimenangkan warga. Namun pada kenyataannya di lapangan PT. Semen Indonesia masih terus membangun dan melakukan kegiatan – kegiatan. Makanya kami mengggelar longmarch ini, untuk meminta kepada Gubernur segera mencabut izin lingkungan dan menghentikan seluruh proses yang berkaitan dengan pabrik di Rembang," ungkapnya.

Baca juga:
Tak Segera Cabut Izin Pabrik Semen, Gubernur Ganjar Dituding Membangkang Hukum
PT Semen Tetap Bangun Pabrik, MA: Tunggu Saja Salinan Putusannya

Joko Priyanto menambahkan, massa peserta jalan kaki dijadwalkan tiba di Semarang, Jumat mendatang. Mereka akan langsung mendesak Gubernur Jawa Tengah, mencabut izin lingkungan kegiatan penambangan pabrik semen. Hal itu karena kekhawatiran kerusakan lingkungan dan sumber air.

Di sisi lain, masyarakat pendukung pabrik semen dari Kabupaten Rembang juga akan mendatangi kantor Gubernur Jawa Tengah, Jumat nanti. Bahkan dua ribuan orang siap menggelar aksi, karena merasa keberadaan pabrik senilai Rp 4,4 triliun itu memberikan banyak manfaat, salah satunya penyerapan tenaga kerja.





Editor: Quinawaty 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!