Penganiayaan Siswa SD di NTT, Polisi: Tidak Ada yang Meninggal

"Pelaku tidak bawa apa-apa, cuma bawa pisau saat memasuki ruang kelas," kata Julen.

Selasa, 13 Des 2016 12:31 WIB

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)


KBR, Jakarta - Aparat kepolisian menduga pelaku penganiayaan berat terhadap sejumlah anak di SDN 1 Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raija, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami gangguan jiwa.

Juru bicara Polda NTT Julen Abraham Abast mengatakan pelaku seorang diri dan sedang diperiksa Kepolisian Kupang.

"Kita duga sementara pelaku mengalami stres atau gangguan jiwa. Tapi kan kita harus buktikan apakah yang bersangkutan mengalami gangguan jiwa atau tidak. Tapi dugaan sementara seperti itu," kata Julen kepada KBR, Selasa (13/12/16).

Pelaku menganiaya bocah-bocah SD tersebut menggunakan pisau. Polisi menyebut ada tujuh anak.

Julen membantah kabar ada korban meninggal dari kejadian ini.

"Korban saat ini dirawat di puskesmas, jadi tidak benar kalau ada yang bilang meninggal atau sebagainya, tiga atau empat anak (meninggal) itu tidak benar," ujar Julen.

Julen mengatakan, pelaku belum diketahui identitasnya. Polisi kesulitan menginterogasi pelaku itu.

Saat ini polisi masih menelusuri motif lain pelaku melakukan penganiayaan ini.

"Pelaku tidak bawa apa-apa, cuma bawa pisau saat memasuki ruang kelas," kata Julen.

Sebelumnya media sosial dihebohkan dengan kasus penganiayaan yang dilakukan seorang pria dewasa terhadap tujuh siswa SD di NTT. Sempat beredar kabar seorang bocah meninggal karena tikaman pisau dari pria tersebut.

Editor: Agus Luqman 

Komentar

Beri Komentar

KBR percaya pembaca situs ini adalah orang-orang yang cerdas dan terpelajar. Karena itu mari kita gunakan kata-kata yang santun di dalam kolom komentar ini. Kalimat yang sopan, menjauhi prasangka SARA (suku, agama, ras dan antargolongan), pasti akan lebih didengar. Yuk, kita praktikkan!

Lies Marcoes Bicara Soal Perempuan dan Anak Dalam Terorisme

  • Begini Kata Wapres JK soal Ricuh di Mako Brimob
  • Perlambat Izin Usaha, Jokowi Siap Hajar Petugas
  • Kasus Novel Jadi Ganjalan Jokowi pada Pemilu 2019
  • Jokowi Perintahkan Polisi Kejar MCA sampai Tuntas

152 Napiter Mako Brimob Ditempatkan di 3 Lapas Nusakambangan

  • Abu Afif, Napi Teroris dari Mako Brimob Dirawat di Ruang Khusus RS Polri
  • Erupsi Merapi, Sebagian Pengungsi Kembali ke Rumah
  • Jelang Ramadan, LPG 3 Kg Langka di Rembang

Permintaan atas produk laut Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor sangat besar tapi sayangnya belum dapat dipenuhi seluruhnya. Platform GROWPAL diharapkan dapat memberi jalan keluar.